Asti Panjaitan, penjaga warisan leluhur dari Toba Samosir



KONTAN.CO.ID - BALIGE. Songket dan ulos sudah melekat dengan kehidupan masyarakat Batak. Kain hasil tenunan ini lahir dari tangan-tangan perajin-perajin di Sumatra Utara, misalnya, di Kabupaten Toba Samosir.

Di Toba Samosir, sejumlah perajin songket dan ulos berasal dari Kampung Banoealoehoe Toroean, Kecamatan Sigumpar. Salah satunya: Asti Panjaitan

Perempuan 34 tahun ini adalah pembuat songket dan ulos yang pernah dipakai Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat berkunjung ke Sumatra Utara tahun lalu. "Saya belajar tenun sejak kelas 5 SD," kata Asih kepada Tim KONTAN Jelajah Ekonomi Pariwisata 2019 di Balige, Selasa (6/8).


Baca Juga: Kopi Sigararutang yang mendunia

Kebetulan, sang ibu juga perajin songket dan ulos. Meski begitu, Asti mengembangkan teknik dan motif Asti secara autodidak. Tak heran, saat SMA, dia sudah bisa membuat satu setel songket sendiri.

Pada 2017, Asti mulai merintis sebuah kelompok tenun. Komunitas ini terdiri dari sepuluh perajin. Ia yang melakukan kurasi atas hasil karya para perajin. Karena itu, nama komunitas adalah Kelompok Tenun Asti.

Para perajin di kelompok ini mengerjakan pesanan yang datang ke Asti secara pribadi. Dan, tak sedikit pesanan datang dari orang penting, seperti Devi Panjaitan istri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Baca Juga: Sensasi berendam di Air Soda yang hanya ada dua di dunia

"Dulu, saya tidak pernah berpikir akan booming seperti sekarang, buah kesabaran selama puluhan tahun terbayar. Sebagai pecinta karya saya bangga kain saya digunakan orang penting," ujar Asti.

Kemampuan yang Asti kuasai sekarang jelas tidaklah instan. Motif tumtuman pertama yang ia buat belum serapi dan secantik sekarang. Namun, seiring waktu berjalan, dia terus berlatih hingga bisa membuat motif tumtuman dengan lebih indah.

Baca Juga: Silangit, gerbang utama kawasan pariwisata Danau Toba

Dan dalam perjalanannya, Asti kerap terlibat dalam berbagai usaha melestarikan songket dan ulos. Dia berinisiatif menjaring orang-orang muda, meski hasilnya belum maksimal.

Yang terang, Asti bakal terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan leluhurnya. "Kita jangan minder, marilah kita berkarya supaya warisan nenek moyang kita ini tidak hilang," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati