Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja di Jayapura
Sabtu, 05 September 2026 09:34 WIB
Oleh: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - Jayapura, 4 September 2026 – Bagi BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan pekerja bukan sekadar manfaat yang diberikan ketika risiko terjadi, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan hidup pekerja dan keluarganya. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya hadir dalam setiap perjalanan pekerja, mulai dari saat bekerja, ketika menghadapi risiko, hingga saat mereka kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, yang menjadi momentum bagi jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dengan peserta sekaligus memastikan kualitas pelayanan dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dirasakan secara nyata, termasuk oleh pekerja di wilayah timur Indonesia. Hal tersebut salah satunya diwujudkan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto saat mengunjungi Kantor Cabang Papua Jayapura. Didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura Sirta Mustakim dan Wakil Kepala Wilayah Keuangan dan Manajemen Risiko Kantor Wilayah Banuspa Robby Saleh, Bambang tidak hanya menyapa peserta, tetapi juga turut memberikan pelayanan secara langsung kepada peserta yang berada di ruang pelayanan.
Bambang mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan hidup pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia. “Jaminan sosial ketenagakerjaan hadir untuk memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko. Karena itu, kami ingin memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan memberikan manfaat nyata,” ujar Bambang. Pada kesempatan tersebut, Bambang turut menyerahkan secara simbolis manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada lima ahli waris peserta dengan total lebih dari Rp768 juta. Kelima penerima manfaat tersebut yakni Alm. Adolof Rumkorem, yang menerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) senilai Rp276 juta, Alm. Jusman, dengan manfaat JKK meninggal dunia dan JHT senilai Rp236 juta, Alm. Bambang Hari Yanto, dengan manfaat Jaminan Kematian (JKM), JP, dan beasiswa pendidikan anak senilai Rp186 juta serta Alm. Wandi, dengan manfaat JKK meninggal dunia senilai Rp70 juta. Namun bagi BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan tidak berhenti ketika manfaat telah diberikan. Di balik setiap manfaat terdapat kehidupan yang harus dilanjutkan dan keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit.
Pada momentum Harpelnas tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga mengangkat kisah salah satu ahli waris peserta yang mendapatkan pendampingan melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). PEKA menjadi salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan manfaat perlindungan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Tidak hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali produktif dan mandiri. “Yang ingin kami pastikan adalah perlindungan yang diberikan tidak hanya berhenti pada saat manfaat diterima. Kami ingin peserta dan keluarganya memiliki kesempatan untuk kembali berdaya dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” tambah Bambang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Bambang beserta jajaran ke Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura. Dalam kesempatan tersebut, Bambang melakukan audiensi dengan jajaran Direksi RSUP Jayapura untuk mempererat kolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Kami menyambut baik kunjungan dan audiensi dari BPJS Ketenagakerjaan hari ini. Kolaborasi antara RSUP Jayapura dan BPJS Ketenagakerjaan melalui program PLKK sangat penting untuk memastikan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dirujuk maupun datang langsung ke RSUP Jayapura," ujar Dr. dr. Petronella Marcia Risamasu, M.Ked.Trop, Direktur Utama RSUP Jayapura. “Untuk pelayanan PLKK, BPJS Ketenagakerjaan sudah bekerja sama dengan RSUP Jayapura. Peserta tidak perlu ragu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit ini, karena RSUP Jayapura merupakan salah satu fasilitas pelayanan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk pelayanan PLKK,” ujar Bambang. Menurut Bambang, kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh penanganan yang optimal.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BPJS Ketenagakerjaan melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan (3M). Melalui prinsip tersebut, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan, memperluas cakupan perlindungan kepada semakin banyak pekerja, serta memastikan peserta dan keluarganya memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko. “Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya, termasuk di wilayah Papua,” kata Bambang. Melalui momentum Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengalaman layanan terbaik sekaligus menghadirkan perlindungan yang semakin dekat dengan kebutuhan pekerja dan keluarganya. “Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di Jayapura dan Papua. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” tutup Bambang.