Pantai Batako, tempat pelesiran warga Labuan kala malam tiba



KONTAN.CO.ID - LABUAN. Bagi warga Labuan, ada satu pantai yang menjadi salah satu tujuan pelesir atau sekedar meluangkan waktu sejenak, meski itu bukan akhir pekan. Namanya Pantai Batako yang letak persisnya ada di Desa Teluk, Labuan, Pandeglang, Banten.

Sesuai namanya, ternyata pantai ini tidaklah seperti yang dibayangkan.Tidak ada yang namanya pasir. Yang ada justru areal seperti lapangan yang mirip dermaga. Sebagian wilayah memang diperuntukkan sebagai dermaga untuk kapal nelayan sandar. 

Tak jauh dari dermaga, ada Pos Pelayanan Syahbandar UPTD PPP Labuan yang jadi tempat pelelangan ikan. "Setelah nelayan menjual ke pelelangan ikan, ada juga penjual yang menjajakan ke konsumen untuk dibakar," jelas Wahyudi, salah seorang warga Labuan kepada Kontan.co.id, Rabu (2/10).


Baca Juga: Starbucks akan membuka gerai di 10 destinasi wisata baru

Tak heran jika ada jajaran pedagang ikan bakar berjajar di sepanjang areal yang mirip dengan areal parkir. Apalagi di sana juga terdapat beberapa mobil sedang terparkir. Barulah diketahui maksud dari nama Pantai Batako, yang ternyata lapangan mirip arena sepakbola dengan alas batako, alias konblok. 

Saat tim Jelajah Ekonomi Pariwisata Kontan.co.id datang ke pantai tersebut pada Rabu malam (2/10) suasana bak pasar malam saja. Para pedagang makanan dan minuman ramai menawarkan dagangannya, ada ikan bakar, atau minuman dan camilan ringan seperti mi instan, kopi, bandrek, atau gorengan. "Ini menjadi tempat hiburan warga Labuan," katanya yang menyebut sarana hiburan atau bermain di daerah tersebut, yang ramah dengan saku warga terbatas.

Baca Juga: Wow, ibu hamil bisa gratis makan durian

Untuk bisa menikmati pantai tersebut cukup hanya membayar tiket parkir kendaraan saja, baik itu untuk roda dua atau roda empat. 

Kini pantai yang sempat terhempas tsunami akhir tahun lalu mulai menggeliat kembali. Warga kini mulai kembali ke pantai untuk sekedar melepas penat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati