Pelemahan rupiah, ini kata Pertamina soal wacana kenaikan BBM


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah dan harga minyak yang terus mendaki belakangan ini membuat pemerintah ditutuntut mengambil langkah konkret. Salah satu wacana yang digaungkan yakni menaikkan harga bahan bakar minyak. 

Namun, dalam hal ini, PT Pertamina menegaskan harga BBM jenis solar subsidi dan premium belum mengalami perubahan. Selain itu, harga BBM umum yang dijual oleh PT Pertamina (Persero) seperti Pertamax series, Dex, Dexlite tidak akan mengalami kenaikan. 

Hal ini ditegaskan kembali oleh VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito yang menyebut harga BBM yang dijual Pertamina tetap sama.

Hal ini ditegaskan kembali oleh VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito yang menyebut harga BBM yang dijual Pertamina tetap sama.

"Harga BBM masih tetap,"kata Adiatma ke KONTAN pada Minggu (9/9).

Pertimbangan Pertamina tidak menaikan harga BBM di tengah meningkatnya nilai dollar AS terhadap rupiah dan masih tingginya harga minyak mentah CPO, lantaran masih lemahnya daya beli masyarakat. Direktur Retail Pertamina, Mas'ud Khamid menjelaskan pertimbangan perubahan harga BBM yang dijual oleh Pertamina tidak hanya soa kenaikan harga minyak mentah, tetapi juga kekuatan pasar.

Menurut Mas'ud, kebutuhan energi itu 7,5% dari total pendapatan. Kebutuhan energi tersebut sudah termasuk listrik, LPG, dan BBM. Jika untuk BBM saja, rata-rata masyarakat menghabiskan dana sebesar 4-4,5% dari pendapatannya untuk membeli BBM.

Dus, jika Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) hanya Rp 2 juta per bulan, maka dana untuk membeli BBM hanya Rp 80.000 per bulan. Sementara untuk mengisi tangki sepeda motor penih berkisar 16 liter.

"Daya beli kita tidak sekuat itu," tandasnya. 

Editor: Narita