Sektor makanan dan minuman kena imbas paling dalam dari pelemahan rupiah


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) turut berdampak ke dunia industri. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan, sektor yang kena dampak paling besar adalah sektor berbasis impor.

Selain itu, industri yang banyak memiliki utang dalam dollar AS juga terkena imbas. "Sektor makanan dan minuman misalnya, impornya langsung. Jadi terpaksa harus menaikan harga.” tuturnya.

Kebijakan pemerintah meredam impor dengan menaikkan pajak penghasilan (PPH) atas 1.147 item barang impor konsumsi, masih dapat dimaklumi. “Kami mengerti bahwa pemerintah dalam situasi yang harus secepatnya mengambil langkah kebijakan,” ujarnya.

Kebijakan pemerintah meredam impor dengan menaikkan pajak penghasilan (PPH) atas 1.147 item barang impor konsumsi, masih dapat dimaklumi. “Kami mengerti bahwa pemerintah dalam situasi yang harus secepatnya mengambil langkah kebijakan,” ujarnya.

Ia mengakui, pengendalian impor memang merupakan salah satu upaya kebijakan yang bisa diambil dalam waktu cepat. Sementara solusi-solusi lainnya membutuhkan waktu.

Tapi di sisi lain, Sinta juga mempertanyakan sejauh mana dampakj itu akan signifikan untuk menekan current account deficit (CAD). Dia bilang, kenaikan PPh impor bagi kalangan pengusaha akan mempengaruhi cash flow.

Jadi, walaupun ada barang substitusi, Sinta yakin akan tetap terjadi kenaikan biaya yang membebani konsumen. "Kami mengerti kondisi pemerintah, dan kami dukung. Tapi kami minta ada feedback. Mungkin dampak yang lebih besar nantinya bisa lewat B20 dan TKDN,” tandasnya. 

Editor: Narita