10 Ciri-Ciri Diabetes yang Sering Tidak Disadari, Cek Gejalanya!



KONTAN.CO.ID - Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini perlu diwaspadai karena gejalanya terkadang tidak disadari hingga muncul komplikasi.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018. Pada periode yang sama, prevalensi diabetes berdasarkan diagnosis dokter juga naik dari 1,2% menjadi 2%.


Salah satu tantangan dalam penanganan diabetes adalah masih ada penderita yang belum mengetahui kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri diabetes sejak dini dapat membantu seseorang memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

10 Ciri-Ciri Diabetes yang Sering Tidak Disadari

Menyadur dari laman Kemkes, di bawah ini ciri-ciri diabetes yang sering tidak disadari:

1. Rasa Haus Berlebihan

Sering merasa haus meskipun sudah minum dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Ketika kadar gula darah meningkat, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine.

Proses tersebut membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga Anda lebih mudah merasa haus. Jika keluhan berlangsung terus-menerus tanpa alasan yang jelas, sebaiknya periksakan kadar gula darah.

2. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas

Berat badan yang turun tanpa perubahan pola makan atau peningkatan aktivitas fisik juga perlu diwaspadai. Pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi.

Akibatnya, tubuh dapat memecah lemak dan jaringan otot untuk memenuhi kebutuhan energi. Jika berat badan turun secara drastis dalam waktu singkat, jangan mengabaikannya dan segera konsultasikan dengan tenaga medis.

3. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Ciri-ciri diabetes berikutnya adalah lebih sering buang air kecil, termasuk saat malam hari. Kondisi ini terjadi ketika ginjal berusaha mengeluarkan kelebihan gula dari dalam darah melalui urine.

Frekuensi buang air kecil yang meningkat dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak. Akibatnya, Anda mungkin merasa haus dan terdorong untuk minum lebih sering.

Jika Anda berulang kali terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, terutama disertai rasa haus berlebihan, pertimbangkan untuk menjalani pemeriksaan gula darah.

4. Infeksi Jamur Berulang

Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi tertentu, termasuk infeksi jamur. Salah satu jenis yang dapat menyebabkan infeksi berulang adalah Candida.

Infeksi jamur bisa muncul pada area genital dan menimbulkan keluhan seperti gatal, kemerahan, atau rasa tidak nyaman. Meski demikian, infeksi jamur tidak selalu menandakan diabetes karena ada berbagai faktor lain yang dapat memicunya.

5. Gatal atau Iritasi pada Area Genital

Gatal, kemerahan, dan iritasi pada area genital juga dapat dialami oleh penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi jamur sehingga memicu keluhan tersebut.

Namun, iritasi pada area genital juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti alergi terhadap produk pembersih atau jenis infeksi lainnya. Jika keluhan terus berulang atau tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke tenaga medis.

Baca Juga: Sering Haus dan Lelah? Kenali 5 Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi Ini

6. Rasa Lapar Berlebihan

Sering merasa lapar meskipun sudah makan dapat menjadi tanda lain yang perlu diperhatikan. Gangguan kerja insulin membuat glukosa tidak dapat digunakan oleh sel secara efektif sehingga tubuh kesulitan memperoleh energi yang dibutuhkan.

Akibatnya, tubuh dapat mengirimkan sinyal lapar meskipun asupan makanan sudah mencukupi. Apabila rasa lapar berlebihan muncul bersama penurunan berat badan, sering haus, atau peningkatan frekuensi buang air kecil, lakukan pemeriksaan kesehatan.

7. Luka Sulit Sembuh

Luka, goresan, atau memar yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh juga perlu diwaspadai. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pembuluh darah, sirkulasi, dan sistem saraf.

Kondisi tersebut dapat memperlambat proses pemulihan jaringan sekaligus meningkatkan risiko infeksi. Luka yang sulit sembuh pada kaki perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Jika Anda mengalami luka yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan tenaga medis, terutama apabila disertai kemerahan yang meluas, pembengkakan, atau keluarnya cairan.

8. Kulit Kering, Gatal, atau Menggelap

Perubahan kondisi kulit dapat menyertai diabetes. Kulit yang kering dan gatal bisa berkaitan dengan kehilangan cairan, sedangkan kulit yang menggelap dan menebal pada leher atau ketiak dapat menjadi tanda resistensi insulin.

Meski begitu, masalah kulit tidak selalu berkaitan dengan diabetes. Anda perlu memperhatikan gejala lain yang muncul bersamaan dan menjalani pemeriksaan jika perubahan tersebut menetap atau semakin mengganggu.

9. Pandangan Kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi cairan di dalam mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Keluhan ini bisa berubah mengikuti perubahan kadar gula darah.

Jika kadar gula darah terus tidak terkendali dalam waktu lama, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah pada retina. Kondisi tersebut dikenal sebagai retinopati diabetik dan berisiko menyebabkan gangguan penglihatan serius.

Jangan mengabaikan pandangan kabur yang berulang. Jika penglihatan tiba-tiba menurun atau muncul gangguan penglihatan mendadak, segera cari pertolongan medis.

10. Kesemutan atau Mati Rasa

Kesemutan, mati rasa, atau sensasi terbakar pada tangan dan kaki dapat berkaitan dengan kerusakan saraf akibat diabetes. Kondisi ini lebih berisiko terjadi ketika kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang.

Sebagian penderita juga mengalami nyeri atau penurunan kemampuan merasakan sentuhan, terutama pada kaki. Akibatnya, luka kecil bisa tidak disadari dan terlambat mendapat penanganan.

Jika kesemutan berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain yang mengarah pada diabetes, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Kapan Harus Memeriksa Gula Darah?

Diabetes kerap tidak disadari karena sebagian penderitanya tidak mengalami gejala yang khas. Oleh karena itu, Anda tidak perlu menunggu hingga muncul banyak keluhan untuk memeriksakan kadar gula darah, terutama jika memiliki faktor risiko diabetes.

Perlu diketahui, gejala-gejala di atas tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan medis, seperti tes gula darah puasa, gula darah sewaktu, atau HbA1c, diperlukan untuk mengetahui kondisi gula darah dan memastikan diagnosis sesuai kriteria medis.

Semakin dini diabetes terdeteksi, semakin cepat penanganan dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan gula darah dan menurunkan risiko komplikasi. Jika Anda mengalami beberapa gejala sekaligus atau memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan, segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News