10 Kota Paling Ramah di Dunia 2026, Melbourne Teratas dan 3 Ada di Asia



KONTAN.CO.ID - Apakah Anda ingin jalan-jalan berwisata ke luar negeri. 10 kota paling ramah di dunia tahun 2026 ini bisa menjadi pilihan untuk tujuan perjalanan Anda.

Melbourne, Australia, dinobatkan sebagai kota paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan hasil Readers' Choice Awards yang dirilis majalah perjalanan Condé Nast Traveller. Kota ini mengungguli Porto di Portugal dan Seoul di Korea Selatan dalam pemeringkatan yang menilai pengalaman wisatawan terhadap keramahan penduduk setempat.

Dari 10 kota yang masuk daftar, tiga di antaranya berasal dari Asia, yakni Seoul, Jaipur di India, dan Bangkok di Thailand. Sementara itu, Australia dan Portugal masing-masing menyumbangkan dua kota dalam daftar tersebut.


Pemeringkatan ini menunjukkan bahwa pengalaman berwisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh interaksi dengan masyarakat setempat. Bantuan warga saat mencari arah, penjelasan mengenai makanan khas, hingga kesempatan mengenal budaya lokal menjadi bagian dari pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.

Mengutip laporan Condé Nast Traveller yang dipublikasikan pada 6 Oktober 2026, daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian pembaca dalam survei Readers' Choice Awards 2026.

Survei berlangsung pada 1 April hingga 30 Juni 2026. Responden memberikan penilaian menggunakan skala lima kategori, mulai dari excellent (sangat baik), very good (baik sekali), good (baik), fair (cukup), hingga poor (buruk). Hasil penilaian kemudian dikonversi menjadi skor persentase.

Berikut daftar 10 kota paling ramah di dunia pada 2026 beserta daya tarik masing-masing.

Baca Juga: Berani Serang Arab Saudi, Militer Houthi Punya Drone Hingga Rudal Balistik

1. Melbourne, Australia — Skor 98,52

Melbourne menempati posisi pertama sebagai kota paling ramah di dunia pada 2026 dengan skor 98,52.

Kota di Australia ini dikenal dengan bangunan bergaya Victoria, seni jalanan, serta budaya minum kopi yang berkembang pesat. Suasana kreatif juga terlihat dari bar dan gang-gang kota yang dihiasi grafiti.

Selain keramahan penduduk, Melbourne memiliki transportasi umum dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas masyarakat. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi turut memperkuat daya tarik kota ini.

Kombinasi tersebut membuat Melbourne menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana perkotaan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat setempat.

2. Porto, Portugal — Skor 98,33

Porto berada di peringkat kedua dengan skor 98,33. Kota ini semakin populer sebagai destinasi liburan singkat, terutama bagi wisatawan yang tertarik pada wisata kuliner dan kebudayaan.

Salah satu cara menikmati keramahan warga Porto adalah mengunjungi restoran di kawasan permukiman dan mencicipi petiscos, sebutan untuk aneka hidangan kecil khas Portugal yang biasa disantap bersama.

Pilihan hidangannya beragam, mulai dari olahan gurita dan kerang hingga daging berbumbu. Pengalaman bersantap tersebut memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal kebiasaan masyarakat lokal.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan: Saham HYBE dan JYP Melemah, Saham Kosmetik Menguat

3. Seoul, Korea Selatan — Skor 97,94

Seoul menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Asia dalam daftar kota paling ramah di dunia 2026. Ibu kota Korea Selatan tersebut meraih skor 97,94.

Seoul menawarkan perpaduan tradisi dan modernitas. Wisatawan dapat mengunjungi kawasan bersejarah pada siang hari, kemudian menikmati kehidupan malam dengan deretan tempat karaoke dan hiburan berlampu neon.

Meski memiliki wilayah perkotaan yang luas dan ritme kehidupan yang cepat, keramahan penduduknya dapat dirasakan melalui bantuan sederhana. Pemilik restoran, misalnya, dapat membantu menjelaskan hidangan kepada pengunjung, sedangkan warga setempat bisa memberikan petunjuk saat wisatawan menggunakan kereta bawah tanah.

Budaya Korea Selatan yang menekankan rasa hormat turut membentuk pengalaman positif bagi para pelancong.

4. Lisbon, Portugal — Skor 97,50

Lisbon menempati posisi keempat dengan skor 97,50. Peringkat ibu kota Portugal ini meningkat dari posisi kedelapan pada 2025.

Kota tersebut memiliki lanskap khas dengan permukiman yang membentang di tujuh bukit di tepi Sungai Tagus. Bangunan beratap merah dan trem kuning menjadi pemandangan yang mudah dikenali wisatawan.

Lisbon juga dikenal dengan azulejos, yaitu ubin dekoratif yang menghiasi dinding dan bagian bangunan. Motifnya beragam, mulai dari pola geometris hingga gambar yang mengangkat cerita keagamaan dan kehidupan sehari-hari.

Pengalaman berkunjung ke Lisbon juga dapat dilengkapi dengan menikmati fado, pertunjukan musik dan puisi tradisional Portugal. Pertunjukan ini menjadi salah satu cara untuk mengenal budaya setempat lebih dekat.

Baca Juga: Penjualan Mobil China Turun 12 Bulan Beruntun, Ekspor Melonjak 73,2%

5. Amsterdam, Belanda — Skor 97,35

Amsterdam berada di peringkat kelima dengan skor 97,35. Kota di Belanda ini dikenal dengan keterbukaan terhadap keberagaman serta kehidupan masyarakat yang multikultural.

Menurut Condé Nast Traveller, sekitar 180 kebangsaan tinggal di Amsterdam. Keberagaman tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kawasan permukiman, kafe, dan ruang-ruang kebudayaan.

Wisatawan dapat menjelajahi kota dengan berjalan kaki atau bersepeda di jalanan yang mendukung mobilitas pesepeda. Menyambangi kafe lokal dan berbagai tempat kegiatan budaya juga menjadi pilihan untuk mengenal kehidupan masyarakat Amsterdam.

6. Perth, Australia — Skor 97,28

Perth menempati posisi keenam dengan skor 97,28. Kota ini menjadi kota kedua dari Australia yang masuk dalam daftar 10 besar.

Perth dikenal dengan gaya hidup santai dan aktivitas luar ruangan. Wisatawan dapat menikmati makan siang di kawasan permukiman yang rindang, mengunjungi pasar akhir pekan, atau bersantai di Pantai Cottesloe.

Pantai tersebut juga menjadi tempat berkumpulnya warga untuk menikmati suasana pesisir dan kegiatan memanggang makanan bersama.

Keramahan masyarakat serta suasana kehidupan yang lebih santai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin beradaptasi dengan lingkungan baru setelah perjalanan panjang.

Baca Juga: Serangan Houthi Ganggu Penerbangan, Bandara Riyadh Diperkirakan Batalkan 60% Jadwal

7. Jaipur, India — Skor 96,67

Jaipur menjadi kota kedua dari Asia dalam daftar ini dengan skor 96,67. Ibu kota negara bagian Rajasthan, India, tersebut memiliki tradisi panjang dalam menyambut wisatawan.

Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Johari Bazaar, pasar yang dikenal dengan produk kerajinan dan tekstil berwarna-warni.

Wisatawan dapat berinteraksi dengan pedagang untuk mengenal budaya lokal, mempelajari proses pembuatan tekstil, atau mencicipi makanan khas India.

Minuman chai juga menjadi bagian dari pengalaman kuliner di kota ini. Chai umumnya dibuat dari teh, susu, gula, dan rempah-rempah yang menghasilkan cita rasa khas.

8. Buenos Aires, Argentina — Skor 96,37

Buenos Aires berada di peringkat kedelapan dengan skor 96,37. Ibu kota Argentina ini dikenal dengan kehidupan sosial yang dinamis dan tradisi kuliner yang lekat dengan kebersamaan.

Salah satu kebiasaan masyarakatnya adalah menikmati mate, minuman tradisional yang dibuat dari seduhan daun tanaman Ilex paraguariensis. Minuman tersebut kerap menemani percakapan bersama keluarga maupun teman.

Selain itu, terdapat tradisi asado, yakni kegiatan memanggang daging yang menjadi kesempatan untuk berkumpul dan berbagi cerita.

Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana interaksi sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Buenos Aires, sekaligus memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal kebudayaan Argentina.

9. Bangkok, Thailand — Skor 96,16

Bangkok menjadi kota ketiga dari Asia yang masuk dalam daftar kota paling ramah di dunia 2026. Ibu kota Thailand ini memperoleh skor 96,16.

Thailand kerap dijuluki The Land of Smiles atau Negeri Senyuman, yang mencerminkan citra keramahan masyarakatnya terhadap pengunjung.

Bangkok memiliki suasana perkotaan yang padat, ramai, dan penuh warna. Kondisi tersebut bisa terasa membingungkan bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung.

Namun, bantuan penduduk setempat dapat memudahkan wisatawan menemukan lokasi tujuan dan memahami lingkungan kota. Interaksi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membuat kunjungan ke Bangkok terasa lebih menyenangkan.

Tonton: Jangan Asal Akuisisi! Bisnis yang Menjanjikan Hari Ini Bisa Tumbang Besok

10. Cape Town, Afrika Selatan — Skor 96,00

Cape Town menutup daftar 10 kota paling ramah di dunia pada 2026 dengan skor 96,00. Kota pelabuhan di Afrika Selatan ini turun dari posisi ketiga pada 2025.

Cape Town memiliki daya tarik berupa perpaduan kawasan pesisir dan pegunungan. Wisatawan dapat menaiki kereta gantung menuju puncak Table Mountain atau mengunjungi Boulders Beach untuk melihat koloni penguin.

Selain pemandangan alam, kehidupan sosial masyarakat setempat juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Salah satunya adalah tradisi braai, kegiatan memanggang makanan yang menyerupai barbeku dan biasanya dilakukan bersama keluarga atau teman.

Hidangan yang disajikan dapat berupa sosis khas Afrika Selatan, steik, serta sosaties, yakni potongan daging berbumbu yang ditusuk seperti sate.

Tradisi berkumpul melalui makanan tersebut memperlihatkan bagaimana keramahan dan kebersamaan menjadi bagian dari daya tarik Cape Town bagi wisatawan.

Sumber: https://travel.kompas.com/read/2026/10/12/190700827/10-kota-paling-ramah-di-dunia-2026-ada-3-di-asia?page=all#page2  

MotoGP Mandalika 2026, Berkah Ekonomi bagi Ekonomi Lokal
© 2026 Konten oleh Kontan
TAG: