10 Makanan & Minuman Pantangan Usia 40 Tahun ke Atas, Kurangi dari Sekarang



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Meski kondisi badan sehat, orang dengan usia 40 tahun ke atas harus mengurangi sejumlah bahan makanan dan minuman tertentu. Makanan dan minuman pantangan bagi usia 40 tahun ke atas perlu dijauhi untuk menjaga badan tetap fit pada usia tua nanti.

Memasuki usia 40 tahun, seseorang mungkin masih merasa dirinya belum tua. Padahal, ada banyak perubahan yang terjadi.

Menurut BestLife, di usia 40 tahun, metabolisme tubuh akan melambat. Beberapa orang yang sebelumnya belum merasakan adanya kerutan dan rambut beruban akan mulai merasakannya di usia ini.


Namun, menerapkan pola hidup sehat akan membantu kita melalui usia 40 tahun dengan tetap sehat dan bugar, termasuk membatasi makanan tidak sehat. Berikut sejumlah makanan dan minuman pantangan bagi usia 40 tahun:

1. Makanan beku

Makanan dan minuman pantangan yang ketiga bagi usia 40 tahun ke atas adalah makanan beku. Makanan beku (frozen food) memang praktis. Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan yang dibekukan tidak baik bagi kesehatan, bahkan untuk orang dengan usia berapa pun.

Ketika usia mencapai 40 tahun, kita tentu tak ingin perut cepat buncit gara-gara mengonsumsi banyak makanan ini, kan? "Makanan beku tinggi akan natrium. Natrium berkontribusi terhadap retensi air dan penampilan yang tampak lebih tua secara keseluruhan, termasuk perut buncit," ujar Kayleen St John, RD dari sekolah memasak sehat, Natural Gourmet Institute.

Baca Juga: Sudah Teruji Klinis, Ini Kegunaan Jagung untuk Kesehatan Tubuh

2. Daging olahan

Makanan dan minuman pantangan yang keempat bagi usia 40 tahun ke atas adalah daging olahan. Daging olahan tinggi natrium, lemak jenuh, dan nitrat (pengawet), seperti sosis, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.

Ahli gizi teregitrasi sekaligus penulis 2-Day Diabetes Diet, Erin Palinski-Wade, RD, CDE menjelaskan, terlalu banyak mengonsumsi daging olahan berkaitan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker perut yang lebih tinggi. Sebab, pengawet yang digunakan di dalam daging olahan dapat memicu radikal bebas dalam tubuh.

Radikal bebas menyebabkan oksidasi sel dan DNA, serta dapat menyebabkan kerusakan dalam tubuh yang memicu kanker dan penyakit lainnya. Padahal, seiring bertambahnya usia, risiko pada penyakit-penyakit tersebut sebetulnya sudah lebih tinggi daripada ketika kita muda.

Jika memang akan mengonsumsi daging olahan, Palinski-Wade menyarankan untuk memilih daging yang dibuat tanpa nitrat serta pilih alternatif yang lebih rendah lemak dan natrium, jika itu memungkinkan.

Baca Juga: Bisa Bikin Jantung Sehat, Cek Kegunaan Buah Kesemek untuk Kesehatan

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie