KONTAN.CO.ID - Total jumlah kekayaan 10 orang terkaya di dunia mencatatkan rekor baru pada akhir tahun 2025. Mengawali tahun 2026, gabungan kekayaan bersih kelompok orang terkaya ini telah melampaui kapitalisasi pasar Amazon, salah satu raksasa ritel dan teknologi terbesar di dunia. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan masif sektor kecerdasan buatan (AI) yang mengerek valuasi perusahaan teknologi global. Melansir data Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan 10 individu terkaya tersebut meningkat sebesar US$ 579 miliar atau sekitar Rp 9.669 triliun (kurs Rp 16.700/US$) sepanjang tahun 2025.
Dominasi Elon Musk dan Efek Sektor AI
Elon Musk kembali mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di planet ini. Berdasarkan laporan Business Insider, kekayaan Musk melonjak US$ 187 miliar (Rp 3.123 triliun) sepanjang tahun 2025, membawa total kekayaan bersihnya ke angka US$ 619 miliar (Rp 10.338 triliun). Kenaikan signifikan harta Musk bersumber dari apresiasi nilai saham Tesla yang naik 11% sepanjang tahun lalu, serta lonjakan valuasi SpaceX. Perusahaan dirgantara swasta tersebut mencatatkan kenaikan nilai dari US$ 350 miliar menjadi US$ 800 miliar. Selain Musk, duo pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, tercatat sebagai peraih keuntungan terbesar berikutnya. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah daftar perolehan kekayaan pendorong utama di daftar tersebut:- Larry Page: Menambah kekayaan US$ 101 miliar (Rp 1.686 triliun), kini memiliki total US$ 269 miliar.
- Sergey Brin: Menambah kekayaan US$ 92 miliar (Rp 1.536 triliun), dengan total kekayaan US$ 250 miliar.
- Jensen Huang (CEO Nvidia): Meraup tambahan US$ 40 miliar (Rp 668 triliun) seiring dominasi chip AI di pasar global.
Pergeseran Peringkat dan Penurunan Bill Gates
Meskipun mayoritas miliarder mengalami lonjakan harta, terjadi pergeseran posisi yang cukup signifikan dalam daftar 10 besar. Larry Ellison, pendiri Oracle, sempat mencuri perhatian pada September 2025 ketika kekayaannya melonjak akibat ramalan pertumbuhan perusahaan yang agresif. Namun, seiring koreksi ekspektasi investor pada kuartal terakhir, ia harus turun ke posisi kelima. Kondisi berbeda dialami oleh Bill Gates. Dikutip dari Bloomberg Billionaires Index, Gates mencatatkan penurunan kekayaan terbesar dan terlempar dari posisi ke-7 ke peringkat 16. Penurunan ini disebabkan oleh perhitungan ulang kekayaan bersihnya setelah Gates merilis rincian terbaru mengenai komitmen donasi amal yang ia berikan melalui yayasannya. Di sisi lain, Jeff Bezos harus rela turun ke peringkat ketiga meskipun kekayaannya naik US$ 15 miliar. Posisi kedua kini ditempati oleh Larry Page yang berhasil melampaui pendiri Amazon tersebut. Sementara itu, Warren Buffett tetap bertahan di posisi ke-10 dengan kenaikan moderat sebesar US$ 9 miliar di tahun terakhirnya menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway.Klub Centibillionaire dan Risiko Spekulasi
Sepanjang tahun 2025, jumlah individu dengan kekayaan di atas US$ 100 miliar atau "centibillionaire" bertahan sebanyak 18 orang. Secara kolektif, kelompok ini tumbuh US$ 708 miliar lebih kaya, angka yang melampaui kapitalisasi pasar Visa sebesar US$ 677 miliar. Total kekayaan 18 orang ini mencapai hampir US$ 3,6 triliun, yang berarti nilai mereka setara dengan valuasi pasar Microsoft secara keseluruhan. Berikut adalah komposisi grup centibillionaire per awal Januari 2026:- Konsentrasi Kekayaan: Elon Musk menyumbang 17% dari total kekayaan grup ini dan 26% dari total kenaikan sepanjang tahun.
- Koneksi Teknologi: Sebagian besar pertumbuhan kekayaan berasal dari kepemilikan saham di perusahaan AI yang mengamankan kontrak besar dan prakiraan pertumbuhan tinggi.