KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono dinilai belum menyentuh persoalan mendasar, terutama terkait keamanan pangan dan ketepatan sasaran program. Peneliti Fiskal dan Kebijakan Publik Celios, Galau D. Muhammad, menilai kasus keracunan yang masih terjadi menunjukkan bahwa perbaikan tata kelola MBG belum berjalan efektif. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus menjadikan proses pembenahan sebagai alasan ketika persoalan keamanan pangan masih berulang. “Kita masih melihat bahwa permasalahan sistemik yang esensial itu belum mampu diperbaiki oleh Pak Sudaryono, ya. Jadi kalau disampaikan bahwa perbaikan sudah dilakukan dan butuh waktu, ya sayangnya jumlah keracunannya terus berjalan. Kita tidak bisa lagi menegosiasikan soal keracunan,” ujar Galau kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).
100 Hari Sudaryono Pimpin BGN, Celios: Belum Mampu Hentikan Keracunan MBG
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono dinilai belum menyentuh persoalan mendasar, terutama terkait keamanan pangan dan ketepatan sasaran program. Peneliti Fiskal dan Kebijakan Publik Celios, Galau D. Muhammad, menilai kasus keracunan yang masih terjadi menunjukkan bahwa perbaikan tata kelola MBG belum berjalan efektif. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus menjadikan proses pembenahan sebagai alasan ketika persoalan keamanan pangan masih berulang. “Kita masih melihat bahwa permasalahan sistemik yang esensial itu belum mampu diperbaiki oleh Pak Sudaryono, ya. Jadi kalau disampaikan bahwa perbaikan sudah dilakukan dan butuh waktu, ya sayangnya jumlah keracunannya terus berjalan. Kita tidak bisa lagi menegosiasikan soal keracunan,” ujar Galau kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).
TAG: