KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian mengambil langkah strategis demi meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM). Yakni dengan melaksanaan program restrukturisasi mesin dan peralatan. Dengan program ini diharapkan para IKM dapat menghasilkan produk yang kompetitif guna memenuhi pasar domestik hingga ekspor. “Sepanjang tahun 2018, sebanyak 111 IKM telah memanfaatkan program tersebut, dengan total nilai investasi mencapai Rp 77,2 miliar dan nilai potongan (reimburse) sebesar Rp11,78 miliar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawanigsih di dalam keterangan pers, Minggu (23/12). Gati menyebutkan, dari 111 IKM yang mendapatkan fasilitas peremajaan mesin dan peralatan, sekitar 34 IKM berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. Misalnya, Sulawesi Selatan (Kabupaten Luwu Utara) dan Sulawesi Tengah (Kab. Tojo Una-Una) dengan komoditas minyak atsiri.
111 IKM menikmati program peremajaan mesin dan peralatan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian mengambil langkah strategis demi meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM). Yakni dengan melaksanaan program restrukturisasi mesin dan peralatan. Dengan program ini diharapkan para IKM dapat menghasilkan produk yang kompetitif guna memenuhi pasar domestik hingga ekspor. “Sepanjang tahun 2018, sebanyak 111 IKM telah memanfaatkan program tersebut, dengan total nilai investasi mencapai Rp 77,2 miliar dan nilai potongan (reimburse) sebesar Rp11,78 miliar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawanigsih di dalam keterangan pers, Minggu (23/12). Gati menyebutkan, dari 111 IKM yang mendapatkan fasilitas peremajaan mesin dan peralatan, sekitar 34 IKM berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. Misalnya, Sulawesi Selatan (Kabupaten Luwu Utara) dan Sulawesi Tengah (Kab. Tojo Una-Una) dengan komoditas minyak atsiri.