KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melaporkan penemuan belasan sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di kawasan transmigrasi. Sebanyak 13 sumur migas ini terletak di Kawasan Transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan taksiran nilai ekonomi mencapai Rp 2,5 triliun. Temuan ini menjadi sorotan karena membuka peluang baru pemanfaatan kawasan transmigrasi yang selama ini identik dengan sektor pertanian, menuju pengembangan energi dan sumber daya alam strategis nasional.
Transmigrasi Bertransformasi Jadi Basis Energi
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, penemuan ini menjadi babak baru dalam transformasi program transmigrasi nasional yang tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertanian. Penemuan tersebut telah dilaporkan secara resmi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). "Kami mendapat informasi dari Kepala SKK Migas ada ditemukan potensi 13 sumur baru minyak dan gas yang berada di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dengan demikian, hari ini pula adalah babak penting dari proses transformasi transmigrasi. Nah, ini juga menandakan informasi yang sangat baik untuk kita semua bahwa seperti yang kami duga sebelumnya, transmigrasi itu tidak selalu identik dengan pangan atau hanya dengan pertanian," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM: SPKLU Mobil EV Ada 4.892 Unit, Target Tembus 62.918 Unit pada 2030 Pemerintah menilai temuan ini dapat memperluas fungsi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis energi.
Eksplorasi Segera Dimulai
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memastikan kegiatan eksplorasi akan segera dilaksanakan mulai bulan depan. Saat ini, tercatat sudah ada 79 sumur migas yang masih aktif beroperasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di wilayah Kutai Kartanegara. “Alhamdulillah kami apresiasi sekali, terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kita mulai ngebor,” jelasnya. Langkah ini diharapkan mempercepat proses produksi migas dari wilayah transmigrasi yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Potensi Ekonomi Capai Rp 2,5 Triliun
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto memproyeksikan temuan ini akan menyumbang pendapatan negara yang cukup signifikan dari dua komoditas utama. “Dari potensi cadangannya, minyak setara sekitar Rp 1,1 triliun dan gas sekitar Rp 1,5 triliun. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun,” ungkapnya.
Baca Juga: Akumindo Desak Insentif Ongkir Saat Marketplace Naikkan Tarif Logistik Penjual Kontribusi tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menambah penerimaan negara dari sektor hulu migas.
Dasar Hukum dan Sinergi Kelembagaan
Sebagai landasan hukum operasional, Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait sinergi tugas dan fungsi di kawasan HPL transmigrasi. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan data, penggunaan lahan, hingga integrasi perencanaan infrastruktur guna mendukung kegiatan hulu migas. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat investasi sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Adanya temuan 13 sumur migas ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi katalis bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News