140 Perusahaan Bertemu di Inabuyer 2026, Targetkan Transaksi Naik Jadi Rp 2,5 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi membuka gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 pada Selasa (5/5) di Gedung Smesco, Jakarta. Ajang temu bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan swasta ini ditargetkan mampu mencetak nilai transaksi hingga Rp 2,5 triliun.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, mengatakan target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 2,1 triliun.

“Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp 2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp 2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).


Baca Juga: Aturan Komisi 8% Ojol, Maxim Nilai Potongan yang Diterapkan 15% Paling Efisien

Pameran yang digelar oleh Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia ini berlangsung pada 5–7 Mei 2026. 

Inabuyer menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Helvi menyebut, potensi pasar bagi UMKM sangat besar, terutama melalui belanja pemerintah. Sesuai regulasi, terdapat alokasi minimal 40% atau sekitar Rp 400 triliun dari belanja negara yang diperuntukkan bagi produk UMKM.

Tak hanya mengandalkan belanja pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Inabuyer juga melibatkan sektor swasta, mulai dari ritel modern hingga pelaku usaha yang menggunakan produk UMKM dalam rantai pasok.

Dalam penyelenggaraan tahun keempat ini, Inabuyer diikuti oleh 140 perusahaan dari kementerian/lembaga, BUMN, hingga sektor swasta sebagai buyer dan supplier. Agenda yang dihadirkan meliputi business matching, pameran produk, diskusi panel, hingga penandatanganan kontrak kerja sama.

Fokus tahun ini diarahkan pada keterlibatan UMKM dalam program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), perumahan rakyat, dan sekolah rakyat. Selain itu, akses UMKM ke sektor ritel modern juga diperluas untuk memperkuat pasar domestik.

Baca Juga: PMI April Turun, Industri Plastik Yakin Bakal Mulai Bangkit pada Mei 2026

Meski peluang terbuka lebar, Helvi mengingatkan kesiapan internal pelaku UMKM masih menjadi tantangan utama, terutama terkait standar produk, konsistensi pasokan, dan legalitas usaha.

Ia pun mendorong pelaku UMKM menerapkan prinsip LIDI, yakni loyalitas, integritas, disiplin, dan inovatif, guna meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Persoalannya sekarang adalah komitmen dari pelaku UMKM sendiri. Kami di Kementerian bertugas mendorong itu, memastikan mereka siap secara standar dan konsistensi,” jelasnya.

Ke depan, Inabuyer diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem perdagangan dalam negeri yang lebih terintegrasi, sekaligus meningkatkan peran UMKM dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News