KONTAN.CO.ID - Tim medis pada hari Senin (4/5/2026) berupaya mengevakuasi dua orang dengan gejala hantavirus, setelah dugaan wabah penyakit mematikan itu terjadi di sebuah kapal pesiar mewah yang ditahan di lepas pantai Afrika Barat. Kapal tersebut membawa sebagian besar penumpang asal Inggris, Amerika, dan Spanyol, menurut para pejabat. Melansir Reuters, sekitar 150 orang masih terjebak di kapal tersebut setelah tiga orang meninggal, sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman, sementara lainnya jatuh sakit, termasuk seorang pria Inggris yang telah meninggalkan kapal dan dirawat di Afrika Selatan, tambah otoritas. Institut Kesehatan Publik Nasional Belanda (RIVM), yang membantu menangani wabah ini, mengatakan bahwa hantavirus telah terkonfirmasi pada salah satu pasien bergejala.
Banyak ketidakpastian
“Kami bukan sekadar berita utama: kami manusia dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu di rumah,” kata Jake Rosmarin, seorang travel blogger asal Amerika, dalam video Instagram dari kapal. “Yang paling sulit adalah ketidakpastian,” tambahnya. Operator kapal asal Belanda, Oceanwide Expeditions, menyatakan semua penumpang diminta tetap berada di kabin untuk mencegah potensi penyebaran. Meskipun penularan antarmanusia jarang, masa inkubasi bisa berlangsung beberapa minggu. Perusahaan juga berupaya memulangkan dua awak kapal yang bergejala, serta memulangkan jenazah korban asal Jerman dan seorang penumpang yang terkait dekat dengan korban. Kapal tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina pada Maret dalam perjalanan ekspedisi Antartika, dengan harga kabin 14.000–22.000 euro. Perjalanan kemudian melewati wilayah Antartika, Falklands, Georgia Selatan, hingga mendekati perairan Cape Verde pada awal Mei. Otoritas kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi dua korban meninggal adalah warga Belanda, termasuk pasangan lansia yang jatuh sakit dalam perjalanan.Sumber penularan belum jelas
RIVM menyebut sumber wabah masih belum diketahui. Kemungkinan termasuk tikus di kapal atau paparan di daratan Amerika Selatan. Seorang profesor dari Geneva Graduate Institute menyebut ada kemungkinan kecil penularan antarmanusia pada jenis Andes virus di Amerika Selatan, sehingga asal perjalanan dari Argentina menjadi perhatian. Namun ia menegaskan: “Ini kemungkinan besar bukan wabah besar.” Ringkasan Kasus Wabah di Kapal Pesiar| Komponen | Data |
|---|---|
| Jenis dugaan penyakit | Hantavirus |
| Lokasi kejadian | Kapal pesiar MV Hondius (lepas pantai Afrika Barat / Cape Verdean waters) |
| Jumlah penumpang di kapal | ±150 orang masih berada di kapal |
| Kasus terkonfirmasi | 2 kasus laboratorium |
| Kasus dugaan | 5 kasus |
| Total pasien bergejala | ≥7 orang |
| Jumlah kematian | 3 orang |
| Penumpang yang dievakuasi sakit | 1 warga Inggris (dirawat di Afrika Selatan) |
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit serius pada manusia di berbagai belahan dunia. Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit, terutama saat seseorang terpapar urin, kotoran, atau air liur hewan tersebut. Penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran tikus, tetapi hal ini jarang terjadi. Hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom utama: 1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) TAG: