157.243 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung lancar. Hingga Rabu (24/6/2026), sebanyak 157.243 jemaah dan petugas haji telah tiba kembali di Tanah Air atau sekitar 76% dari total peserta haji Indonesia tahun ini.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Bandara Jeddah telah rampung dengan total 267 kelompok terbang (kloter) yang membawa 103.687 jemaah dan 1.066 petugas.

"Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah kembali ke tanah air pada gelombang pertama mencapai 104.753 orang," ujar Maria dalam konferensi pers di, Rabu (24/6/2026).


Baca Juga: Apindo: DSI Dapat Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha

Sementara itu, pemulangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, juga terus berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 142 kloter telah diterbangkan menuju Indonesia dengan membawa 54.495 jemaah dan 569 petugas.

Secara keseluruhan, sebanyak 402 kloter telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia dengan total 155.635 jemaah dan 1.608 petugas. Jumlah tersebut membuat total kepulangan jemaah dan petugas haji Indonesia mencapai 157.243 orang.

Di sisi lain, pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 260 kloter yang terdiri dari 98.429 jemaah dan 1.040 petugas telah diberangkatkan ke Kota Nabi. "Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 99.469 orang," ungkap Maria.

Menurutnya, dengan berakhirnya proses pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah, seluruh layanan operasional haji Indonesia kini dipusatkan di Madinah. Para jemaah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk beribadah di Masjid Nabawi, berziarah, sekaligus mempersiapkan kepulangan sesuai jadwal penerbangan masing-masing.

Maria memastikan seluruh layanan bagi jemaah di Madinah berjalan optimal, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan hingga bimbingan ibadah.

"Petugas haji Indonesia terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar seluruh jemaah dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Tapera hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%

Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Madinah masih mencapai 44 derajat Celsius. Jemaah diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri seperti payung atau topi, serta menghindari aktivitas berlebihan di luar ruangan pada siang hari.

Selain itu, jemaah diimbau selalu membawa kartu identitas, mengenali lokasi hotel tempat menginap, dan tidak bepergian seorang diri, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun jemaah dengan risiko kesehatan tertentu.

Menjelang kepulangan ke Indonesia, Maria juga mengingatkan jemaah untuk memastikan paspor, boarding pass, kartu identitas, dan dokumen perjalanan lainnya tersimpan dengan aman. Jemaah juga diminta tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin karena distribusi air zamzam akan dilakukan secara resmi di debarkasi masing-masing.

"Kami berharap seluruh pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci menjadi energi kebaikan yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran haji tidak berhenti saat meninggalkan Tanah Suci, tetapi diwujudkan melalui akhlak yang lebih baik dan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," tutup Maria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News