16 paket kebijakan diyakini dorong pertumbuhan 7%



KONTAN.CO.ID - Indonesia harus keluar dari perangkap pendapatan kelas menengah (middle income trap). Caranya, dengan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 7%, utamanya melalui investasi.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, investasi yang tumbuh signifikan menjadi kunci penting untuk mengakselerasi ekonomi nasional. Sementara pertumbuhan investasi yang signfikan juga membutuhkan dukungan dari sisi produktivitas, tenaga kerja, dan modal kerja.

Ia optimistis, paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah mulai dari paket pertama pada tahun 2015 lalu hingga paket ke-16 akhir Agustus 2017, bisa mendorong investasi tumbuh signifikan.


Apalagi paket kebijakan ekonomi paling terkini, berupa Peraturan Presiden (Perpres) yang di dalamnya mengatur mengenai sistem perizinan yang terintegrasi untuk menyelesaikan hambatan dalam proses pelaksanaan serta memanfaatkan teknologi informasi melalui penerapan sistem perizinan terintegrasi (single submission).

"Kita sudah punya paket ekonomi sampai 16, itu kan semuanya dalam konteks untuk mendorong pertumbuhan, mengatasi permasalahan dari sisi investasi. Saya rasa (pertumbuhan ekonomi) 7% kita bisa untuk tumbuh segitu," kata Dody di Hotel Intercontinental, Bandung, kemarin.

Lebih lanjut menurut Dody, bonus demografi juga perlu dimanfaatkan agar Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Caranya kata dia, dengan mengaktifkan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kembali lagi, yaitu melalui investasi.

"Benefit dari penduduk muda Indonesia akan berakhir di sekitar tahun 2030-2035. Sekali lagi saya mengatakan, kunci negara ini adalah investasi. Kalau investasi jalan kita bisa untuk ekspor, bisa untuk konsumsi," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News