171 Jemaah Haji Sakit Dipulangkan Lewat Skema Tanazul, Keluarga Diminta Tak Khawatir



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 dari Daker Madinah terus mengoptimalkan pemulangan jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan melalui skema tanazul. Hingga saat ini, sebanyak 171 jemaah telah dipulangkan ke Indonesia melalui mekanisme tersebut setelah dinyatakan layak terbang oleh tim medis.

Dalam konteks kesehatan haji, tanazul adalah mekanisme pemulangan jemaah haji yang dipindahkan ke kelompok terbang (kloter) lain yang jadwal kepulangannya lebih awal atau berbeda dari kloter asalnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani Pramudya, mengatakan proses tanazul diberikan kepada jemaah yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit dan telah mendapatkan izin medis untuk kembali ke Tanah Air.


Baca Juga: Industri Parfum Lokal Mendunia, Aceh Gandeng Grasse Prancis untuk Perkuat Kerjasama

"Jemaah yang sudah dipulangkan dengan skema tanazul sampai saat ini berjumlah 171 orang. Pasien yang keluar dari rumah sakit langsung kami ikutkan ke kloter yang jadwal kepulangannya lebih dulu. Jika sudah mendapatkan kursi penerbangan, segera kami antar ke kloter tersebut," ujar Dani di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Senin (22/6/2026).

Ia mencatat, saat ini masih terdapat 133 jemaah yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit yang berada di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Mereka akan terus dipantau hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan.

Dani menegaskan, pemulangan melalui tanazul tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap jemaah harus melalui pemeriksaan menyeluruh oleh tim visitasi kesehatan untuk memastikan kondisi fisiknya cukup stabil untuk menjalani perjalanan udara jarak jauh.

menjelaskan bahwa penentuan jemaah yang dapat dipulangkan melalui skema tanazul didasarkan pada hasil pemeriksaan tim visitasi terhadap kesiapan fisik pasien. Tim tersebut juga berkoordinasi dengan dokter maskapai penerbangan untuk memastikan kelayakan terbang jemaah. Apabila telah memperoleh persetujuan medis, proses pemulangan jemaah akan segera dilakukan.

Selama perjalanan menuju Indonesia, jemaah yang dipulangkan melalui skema tanazul juga mendapatkan pendampingan medis guna memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau.

“Selama perjalanan ada dokter yang mendampingi atau memantau jemaah. Setibanya di bandara di Indonesia, jemaah akan diserahterimakan (handover) kepada dokter bandara untuk penanganan lebih lanjut hingga kembali ke daerah asal,” jelasnya.

Baca Juga: BPKH Ungkap Pendaftar Haji Lampaui Target, Tembus 118,61% hingga Mei 2026

Di tengah kekhawatiran keluarga terhadap kondisi jemaah yang masih menjalani perawatan, Dani memastikan komunikasi terus dilakukan secara intensif. Informasi perkembangan kesehatan pasien selalu disampaikan kepada keluarga di Tanah Air. Maka dari itu, ia meminta agar keluarga tidak perlu khawatir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News