18 provinsi belum ada sosialisasi lelang gula



KONTAN.CO.ID - Sosialisasi lelang gula kristal rafinasi (GKR) terus dikejar sesuai dengan permintaan penundaan pelaksanaan lelang GKR.

"Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) menargetkan masih ada 18 provinsi yang kita lakukan sosialisasi," ujar Kepala Bappebti, Bachrul Chairi, Selasa (31/10).

Lelang gula direncanakan dimulai pada pertengahan Januari 2018. Sementara itu berdasarkan data PKJ hingga 8 September 2017, jumlah peserta lelang tercatat sebanyak 289. Sementara data peserta lelang bulan Agustus sebanyak 235. Sebelumnya Bappebti memberikan keterangan mengenai sistem lelang gula kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bachrul bilang, pengusaha besar tidak diikutkan dalam lelang, hanya harus melaporkan kontrak pembelian gula rafinasi dengan produsen.


Oleh karena itu Bachrul meminta KPPU dan KPK menghadirkan Industri Kecil Menengah (IKM) serta petani tebu rakyat. Bachrul bilang pendistribusian lelang gula harus dilakukan tanpa melalui perantara kecuali koperasi. Hal itu juga berlaku bagi Perum Bulog tidak diperkenankan menjadi distributor. Pembelian gula rafinasi dilakukan langsung melalui produsen gula rafinasi. Bachrul bilang Indonesia tidak diperbolehkan melakukan impor gula rafinasi. Impor gula rafinasi dinilai memberikan nilai tambah berada pada negara asal. Oleh karena itu kebijakan Indonesia mengatur impor gula mentah yang diolah menjadi GKR oleh produsen dalam negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina