KONTAN.CO.ID - DW. "Semua untuk rakyat, semua oleh rakyat!", demikian diserukan tokoh Partai Sosial Demokrat SPD, Philipp Scheidemann dari balkon gedung Reichstag di Berlin pada 9 November 1918. Hari itu, dia memproklamirkan Republik Jerman yang baru, yang kemudian dikenal sebagai "Republik Weimar". Kekaisaran saat itu sedang dilanda kekacauan setelah kekalahan di medan Perang Dunia I. Aksi makar yang dimotori sebagian militer dan kelompok-kelompok milisi meletus di beberapa tempat. Kalangan partai lalu membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Sementara di bawah pimpinan Ketua SPD Friedrich Ebert. Tugasnya: mempersiapkan pemilihan umum dan menyiapkan transisi pemerintahan dari sistem monarki ke sistem parlementer. Konflik bersenjata di dalam negeri menelan korban ribuan orang tewas, diantaranya tokoh kiri Rosa Luxemburg und Karl Liebknecht, pendiri Partai komunis Jerman KPD, yang dibunuh kelompok milisi kanan. Kelahiran demokrasi di Jerman terjadi dalam suasana kisruh. Desember 1918, Dewan Perwakilan Rakyat Sementara membubarkan diri untuk memungkinkan penyelenggaraan pemilihan Dewan Konstituante.
1919: Runtuhnya Monarki dan Lahirnya Pemerintahan Demokratis Jerman
KONTAN.CO.ID - DW. "Semua untuk rakyat, semua oleh rakyat!", demikian diserukan tokoh Partai Sosial Demokrat SPD, Philipp Scheidemann dari balkon gedung Reichstag di Berlin pada 9 November 1918. Hari itu, dia memproklamirkan Republik Jerman yang baru, yang kemudian dikenal sebagai "Republik Weimar". Kekaisaran saat itu sedang dilanda kekacauan setelah kekalahan di medan Perang Dunia I. Aksi makar yang dimotori sebagian militer dan kelompok-kelompok milisi meletus di beberapa tempat. Kalangan partai lalu membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Sementara di bawah pimpinan Ketua SPD Friedrich Ebert. Tugasnya: mempersiapkan pemilihan umum dan menyiapkan transisi pemerintahan dari sistem monarki ke sistem parlementer. Konflik bersenjata di dalam negeri menelan korban ribuan orang tewas, diantaranya tokoh kiri Rosa Luxemburg und Karl Liebknecht, pendiri Partai komunis Jerman KPD, yang dibunuh kelompok milisi kanan. Kelahiran demokrasi di Jerman terjadi dalam suasana kisruh. Desember 1918, Dewan Perwakilan Rakyat Sementara membubarkan diri untuk memungkinkan penyelenggaraan pemilihan Dewan Konstituante.