KONTAN.CO.ID - Berdasarkan pemberitaan Kontan.co.id, 2 pesawat tempur AS telah ditembak jatuh di Iran pada Jumat (3/4/2026). Pesawat-pesawat AS dan Israel yang masih beroperasi di atas Iran sepertinya masih menghadapi risiko tinggi. Dua pesawat yang jatuh diketahui jenis F-15E dan A-10 Warthog. Keduanya terkena tembakan Iran dan jatuh di wilayah Kuwait.
Baca Juga: Inilah Penjelasan Tentang Godzilla El Nino dan Dampaknya di Wilayah Indonesia Sementara itu, pilotnya sempat melontarkan diri (
eject), menurut dua pejabat AS. Berbicara tentang jet tempur AS yang jatuh di Iran, mungkin sebagian pembaca ingin mengetahui seperti apa deskripsi pesawat tersebut. Melansir laman
United States Air Force (
af.mil), berikut penjelasan singkat tentang kedua pesawat tersebut.
Baca Juga: Kapan Pink Moon April 2026 Bisa Diamati di Indonesia? Ketahui Waktu Kemunculannya Tentang Pesawat Tempur A-10
A-10/A-10C Thunderbolt II. Ini merupakan pesawat serang darat yang secara khusus dirancang untuk memberikan dukungan langsung kepada pasukan di darat (close air support). Jet tempur ini unggul dalam operasi di ketinggian rendah dan kecepatan rendah, sehingga efektif untuk menyerang target darat dengan akurat. Meskipun beroperasi di ketinggian rendah, pesawat ini mampu membawa berbagai jenis senjata, baik bom berpemandu maupun non-presisi, serta rudal. Mengenali pesawat ini tidaklah sulit karena punya ciri ikonik yang dilengkapi dengan meriam GAU-8/A 30mm. Meriam ini mampu menembakkan ribuan peluru per menit dan efektif menghancurkan kendaraan berlapis baja. Selain itu, pesawat ini juga dapat membawa berbagai rudal dan bom modern untuk mendukung misi serangan presisi. Dari segi ketahanan dan desain, A-10 dirancang dengan tingkat ketahanan tinggi. Jet tempur ini dilengkapi dengan kokpit berlapisan titanium, sistem penting yang memiliki cadangan. Menariknya lagi, pesawat ini juga tetap bisa terbang meski mengalami kerusakan serius. Bahkan, mampu bertahan dari tembakan proyektil dan masih dapat kembali ke pangkalan dengan aman. Dari sisi teknologi, dengan sistem avionik (sistem elektronik yang digunakan dalam pesawat terbang) yang modern. Seperti sistem GPS dan navigasi inersial, Head-up Display (HUD), sistem penargetan dan pengendalian senjata, dan countermeasure untuk menghadapi ancaman rudal. Semua sistem ini membantu meningkatkan akurasi dan keselamatan dalam misi.
Baca Juga: Fenomena Astronomi April 2026 dan Kapan Terjadinya, ada Pink Moon hingga Hujan Meteor Tentang Pesawat Tempur F-15E
F-15E Strike Eagle merupakan pesawat tempur multiguna yang dirancang untuk misi udara dan juga mendukung serangan ke target darat. Pesawat ini pengembangan dari F-15 Eagle yang telah dimodifikasi agar memiliki kemampuan serangan yang jauh lebih luas, terutama untuk operasi jarak jauh dan dalam segala kondisi cuaca. Jet tempur ini dapat membawa berbagai jenis persenjataan, mulai dari rudal hingga bom presisi untuk menyerang target di darat. Salah satu keunggulan utamanya adalah melakukan misi tanpa harus bergantung penuh pada pengawalan pesawat lain, karena tetap memiliki kemampuan tempur udara yang kuat. F-15E juga dilengkapi dengan sistem avionik canggih yang memungkinkan navigasi dan penargetan secara akurat, bahkan pada malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk. Mengingat ini merupakan modifikasi dari F-15, F-15E memiliki dua awak. Pilot berada di kursi depan, sedangkan Weapon System Officer (WSO) berada di kursi belakang.
WSO ini bertugas mengelola sistem senjata dan navigasi, sehingga pilot bisa fokus pada pengendalian pesawat. F-15E dirancang untuk misi jarak jauh, ia dapat membawa bahan bakar tambahan tanpa mengorbankan kemampuan tempurnya. Oleh karena itu, pesawat ini sering digunakan untuk serangan strategis, dukungan udara dekat, interdiksi atau menghancurkan target penting dari kubu lawan.
Tonton: Jet Tempur AS Berjatuhan! Konflik Meledak, Harga Minyak Naik & Dunia Terancam Krisis Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News