2 PKS baru Dharma Satya Nusantara (DSNG) diiharapkan beroperasi komersil Mei 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pagebluk corona tidak menghentikan langkah PT Dharma Satya Nusantara Tbk untuk melakukan agenda ekspansi. Emiten sawit berkode saham DSNG tersebut masih akan mengawal penyelesaian pembangunan 2 pabrik kelapa sawit (PKS) baru di semester kedua tahun ini hingga operasi komersil yang ditargetkan pada Mei 2021 mendatang.

Direktur  PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Timotheus Arifin Cahyono mengatakan, proses penyelesaian agenda ekspansi 2 PKS baru sudah mulai menunjukkan kemajuan signifikan seiring dengan mulai masuknya mesin-mesin produksi. Sebelumnya, kedatangan mesin-mesin produksi tersebut sempat tersendat akibat lalu lintas barang yang terganggu di tengah pandemi corona (covid-19).

“Dengan masuknya mesin ini sudah mencapai 60% tingkat pembangunannya,” kata Timotheus dalam konferensi pers yang dihelat secara virtual, Senin (24/8).


Sebagai informasi, kedua PKS baru DSNG berlokasi di Kalimantan. Satu di antaranya berada di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pabrik tersebut nantinya akan menjadi PKS ke 11 perusahaan. Kapasitas olahnya sebesar 60 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam atau 360 ribu ton TBS per tahun. 

Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Menargetkan Produksi CPO Naik 14,7%

Secara total, pembangunan PKS ke-11 perusahaan diperkirakan memakan investasi sebesar Rp 220 miliar. Proses pembangunan pabrik tersebut telah dimulai sejak November 2019 lalu. Sementara itu, PKS baru lainnya yang tengah dibangun berlokasi di Nangabulik, Kalimantan Tengah. PKS tersebut memiliki kapasitas olah 45 ton TBS per jam atau 270 ribu ton TBS per tahun. 

Secara keseluruhan, pembangunan pabrik yang nantinya akan menjadi PKS ke-12 perusahaan tersebut diperkirakan memakan investasi sebesar Rp173 miliar. Proyek pembangunan PKS tersebut dimulai pada Oktober 2019.

Dengan demikian, kalau jadwal operasional komersil kedua PKS baru tidak meleset, Mei 2021 nanti DSNG akan memiliki total kapasitas produksi sebesar 675 TBS per jam. PKS ke 11 dan 12 DSNG akan melengkapi 10 PKS eksisiting perusahaan dengan akumulasi kapasitas produksi sebesar 570 ton TBS per jam. 

Timotheus bilang, hasil produksi kedua PKS baru akan menyasar pasar eksisting yang selama ini menjadi target pasar perusahaan. “Kebetulan juga memang ada beberapa pabrik baru yang beroperasi di sana yang akan mengabsorb CPO, itu juga akan kami masukan,” kata Timotheus.

Baca Juga: DSNG: Pandemi Covid-19 berpotensi beri tekanan terhadap harga jual CPO

Sepanjang Januari - Juni 2020 lalu, DSNG mencatatkan total penjualan sebesar Rp 3,15 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 21,96% bila dibandingkan realisasi total penjualan DSNG periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 2,58 triliun.

Sebagian besar penjualan neto DSNG di enam bulan pertama didominasi oleh penjualan segmen operasi industri minyak sawit mentah yang tercatat sebesar Rp 2,65 triliun atau setara dengan 84,33% total penjualan perusahaan di semester pertama tahun ini, sementara sisanya berasal dari penjualan segmen industri produk perkayuan sebesar Rp 493,36 miliar.

Seiring kenaiakn penjualan, laba/jumlah penghasilan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meroket 165,16% yoy dari semula Rp 68,53 miliar di semester I 2019 menjadi Rp 181,73 miliar pada semester I 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .