KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik di Yaman kembali memasuki fase eskalasi setelah pesawat tempur melancarkan puluhan serangan udara terhadap kelompok Houthi di Provinsi Taiz. Juru bicara militer pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan, sebanyak 20 serangan udara dilakukan dalam kurun waktu tiga jam pada Jumat (2/10/2026). Serangan tersebut menyasar pergerakan, personel, kendaraan, serta peralatan militer milik Houthi di wilayah Taiz. Serangan terbaru itu terjadi di tengah eskalasi paling serius antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 secara signifikan menghentikan serangan lintas perbatasan.
Penguasaan tanpa perlawanan terhadap wilayah barat daya Yaman, khususnya Taiz, akan memberikan Houthi kendali penuh atas wilayah utara negara tersebut. Kondisi itu juga berpotensi memperkuat posisi kelompok tersebut di sepanjang pesisir Laut Merah serta membuka akses yang lebih mudah menuju wilayah selatan dan kota pelabuhan Aden, yang menjadi pusat pemerintahan Yaman.
Baca Juga: Suzuki Minta Pemasok di India Setop Produksi Selama Satu Hari Konflik yang kembali memanas tersebut telah menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi. Perkembangan ini juga berpotensi mengubah peta penguasaan wilayah di Yaman dan berdampak terhadap jalur pelayaran di Laut Merah serta Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur perdagangan maritim strategis dunia.
Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Fasilitas Listrik di Madinah
Ketegangan juga meningkat setelah Arab Saudi pada Kamis (1/10/2026) menuduh kelompok Houthi menyerang sebuah stasiun distribusi listrik di Madinah yang memasok listrik untuk Masjid Nabawi. Namun, sumber militer Houthi yang dikutip kantor berita Saba yang dikelola Houthi membantah tuduhan tersebut. Sumber tersebut menyebut tuduhan itu ditujukan untuk menutupi apa yang mereka gambarkan sebagai kegagalan Arab Saudi membuktikan tuduhan sebelumnya bahwa Houthi telah menargetkan kota suci Mekkah. Sekitar dua pekan sebelumnya, Arab Saudi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone milik Houthi di sebelah selatan Mekkah sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terbatas di atas kota tersebut. Houthi membantah telah menargetkan Mekkah maupun lokasi suci Islam lainnya.
Baca Juga: Inflasi Tokyo Melesat, Peluang Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka Akses Menuju Taiz Ditutup
Pertempuran dilaporkan berlangsung di berbagai wilayah Taiz. Otoritas setempat juga memerintahkan penutupan seluruh jalan yang menuju provinsi tersebut dan menetapkannya sebagai wilayah operasi militer. Enam sumber militer mengatakan kepada Reuters bahwa sekitar 19 ruas jalan terdampak penutupan. Salah satunya merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah selatan Sanaa dengan Taiz. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya ketegangan di Taiz, wilayah yang memiliki posisi strategis karena menghubungkan bagian utara dan selatan Yaman serta berada tidak jauh dari jalur perdagangan Laut Merah. Eskalasi konflik di kawasan tersebut menjadi perhatian karena Yaman berada di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu rute utama perdagangan global.