JAKARTA. Sekitar 200 pekerja perusahaan BUMN Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) PT Industri Sandang Nusantara mendatangi Departemen Perindustrian (Depperin). Mereka menuntut pemerintah segera memperbaiki kondisi tempat mereka bekerja. Selain itu, memenuhi hak mereka yang selama ini masih tertahan. "Sampai saat ini Dewan Komisaris selaku pengawas atas kinerja PT Direksi Industri Sandang Nusantara (PT ISN) menutup mata terhadap kondisi yang terjadi bahkan terhadap kesejahteraan karyawan baik yang masih bekerja maupun yang sudah purna tugas," kata Ketua Serikat Pekerja PT Industri Sandang Nusantara Kunto Kuncoro, Kamis (7/5). Beberapa hak normatif karyawan hingga kini belum terbayarkan. Hak itu antara lain sebagian karyawan yang sudah dirumahkan terhitung pada Januari lalu hanya memperoleh 50% saja. Hingga kini, perusahaan tak memberikan kejelasan waktu pembayaran dari sisa gaji tersebut.
200 Pekerja BUMN TPT Demo ke Depperin
JAKARTA. Sekitar 200 pekerja perusahaan BUMN Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) PT Industri Sandang Nusantara mendatangi Departemen Perindustrian (Depperin). Mereka menuntut pemerintah segera memperbaiki kondisi tempat mereka bekerja. Selain itu, memenuhi hak mereka yang selama ini masih tertahan. "Sampai saat ini Dewan Komisaris selaku pengawas atas kinerja PT Direksi Industri Sandang Nusantara (PT ISN) menutup mata terhadap kondisi yang terjadi bahkan terhadap kesejahteraan karyawan baik yang masih bekerja maupun yang sudah purna tugas," kata Ketua Serikat Pekerja PT Industri Sandang Nusantara Kunto Kuncoro, Kamis (7/5). Beberapa hak normatif karyawan hingga kini belum terbayarkan. Hak itu antara lain sebagian karyawan yang sudah dirumahkan terhitung pada Januari lalu hanya memperoleh 50% saja. Hingga kini, perusahaan tak memberikan kejelasan waktu pembayaran dari sisa gaji tersebut.