JAKARTA. Selama 2008, nilai aktiva bersih (NAB) industri reksadana memang turun drastis. NAB reksadana akhir 2008 tercatat sebesar Rp 74,35 triliun atau tergerus 18,74% dibandingkan akhir 2007 yang sebesar Rp 91,50 triliun. Namun satu hal menarik yang perlu dicatat, jumlah unit penyertaan reksadana meningkat menjadi 61,51 miliar unit atau tumbuh 14,78%. Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto memprediksikan, NAB alias dana kelolaan reksadana, secara keseluruhan akan tumbuh sekitar 10%-15% pada 2009 ini. "Namun kita juga tetap harus mencermati kondisi pasar selama semester pertama 2009," tandas Abi, pekan lalu. Menurut Abi, reksadana terproteksi masih bakal paling digandrungi investor. Ketidakpastian kondisi bursa akan membuat investor memilih instrumen berisiko kecil. Salah satu faktor yang mendorong optimisme manajer investasi adalah harga saham saat ini sudah banyak terdiskon. Jadi, harga saham berpeluang besar kembali naik pada tahun ini. Faktor lain, investor reksadana kini sudah lebih dewasa. Investor tidak buru-buru menarik dana investasi (redemption) kendati ada goncangan di industri ini. "Tidak ada redemption besar-besaran pada 2008, yang menandakan investor sudah belajar dari pengalaman," terang Direktur PT Mega Capital Indonesia (MCI), Nany Susilowati. Malah, menurut Nany, harga saham yang murah saat ini bisa menjadi sarana untuk menarik calon investor yang belum pernah masuk industri pasar modal. Selain itu, bagi investor pada umumnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali ke pasar modal Indonesia. Tahun ini, MCI menargetkan dana kelolaan reksadana tumbuh 50%-75%. Saat ini, total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 1 triliun. Agar target tadi tercapai, manajer investasi ini berencana menerbitkan minimal dua produk reksadana baru, yaitu reksadana terproteksi dan tujuan khusus. "Kami harapkan jumlah investor bisa tumbuh sekitar 20%-30% lagi," beber Nany. Saat ini, Mega Capital memiliki kurang lebih 1.000 investor yang aktif.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
2009, Dana Kelolaan Reksadana Tumbuh 10-15%
JAKARTA. Selama 2008, nilai aktiva bersih (NAB) industri reksadana memang turun drastis. NAB reksadana akhir 2008 tercatat sebesar Rp 74,35 triliun atau tergerus 18,74% dibandingkan akhir 2007 yang sebesar Rp 91,50 triliun. Namun satu hal menarik yang perlu dicatat, jumlah unit penyertaan reksadana meningkat menjadi 61,51 miliar unit atau tumbuh 14,78%. Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto memprediksikan, NAB alias dana kelolaan reksadana, secara keseluruhan akan tumbuh sekitar 10%-15% pada 2009 ini. "Namun kita juga tetap harus mencermati kondisi pasar selama semester pertama 2009," tandas Abi, pekan lalu. Menurut Abi, reksadana terproteksi masih bakal paling digandrungi investor. Ketidakpastian kondisi bursa akan membuat investor memilih instrumen berisiko kecil. Salah satu faktor yang mendorong optimisme manajer investasi adalah harga saham saat ini sudah banyak terdiskon. Jadi, harga saham berpeluang besar kembali naik pada tahun ini. Faktor lain, investor reksadana kini sudah lebih dewasa. Investor tidak buru-buru menarik dana investasi (redemption) kendati ada goncangan di industri ini. "Tidak ada redemption besar-besaran pada 2008, yang menandakan investor sudah belajar dari pengalaman," terang Direktur PT Mega Capital Indonesia (MCI), Nany Susilowati. Malah, menurut Nany, harga saham yang murah saat ini bisa menjadi sarana untuk menarik calon investor yang belum pernah masuk industri pasar modal. Selain itu, bagi investor pada umumnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali ke pasar modal Indonesia. Tahun ini, MCI menargetkan dana kelolaan reksadana tumbuh 50%-75%. Saat ini, total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 1 triliun. Agar target tadi tercapai, manajer investasi ini berencana menerbitkan minimal dua produk reksadana baru, yaitu reksadana terproteksi dan tujuan khusus. "Kami harapkan jumlah investor bisa tumbuh sekitar 20%-30% lagi," beber Nany. Saat ini, Mega Capital memiliki kurang lebih 1.000 investor yang aktif.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News