2011, Kerugian APOL membengkak jadi Rp 2,07 T



JAKARTA. Kerugian PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) membengkak di sepanjang 2011. Pada tahun lalu, perusahaan pelayaran ini mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 2,07 triliun. Jumlah tersebut naik 26% dibandingkan kerugian di 2010 senilai Rp 1,634 triliun.Laporan keuangan APOL yang dirilis Kamis (7/6) menunjukkan, memburuknya kinerja laba perusahaan, karena pada tahun lalu pendapatan pun turun tipis. Pendapatan jasa tercatat hanya Rp 1,3 triliun, atau turun 6,4% dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban jasa meningkat, sehingga perusahaan justru mencatatkan rugi kotor sebesar Rp 454 miliar. Padahal, periode sebelumnya, perusahaan masih bisa meraih laba kotor Rp 132 miliar.Margin laba kotor di tahun lalu minus 34,9%, dibanding 2010 yang masih positif 9,3%. Penyebabnya, karena adanya penurunan nilai kapal sebesar Rp 423,6 miliar. Kerugian APOL kian membengkak, lantaran perusahaan harus merogoh kocek yang lebih besar pada pos beban usaha. Dus, rugi usaha di tahun lalu tercatat mencapai Rp 1,752 triliun. Belum lagi, perusahaan merugi dari pelepasan investasi pada perusahaan asosiasi sebesar Rp 65,97 miliar. Di sisi lain, utang perusahaan juga naik 11,7% menjadi Rp 7,09 triliun pada akhir tahun lalu. Ini terjadi karena beban yang masih harus dibayar dan kenaikan pinjaman bank untuk penambahan kapal. Sebagai catatan, tahun lalu APOL telah melakukan proses restrukturisasi utangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dupla Kartini