250 pengusaha Sulsel ikut sosialisasi pasar modal



MAKASSAR. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggenjot kesadaran dari potensi pasar modal bagi pengusaha daerah. Hal itu lantaran, pasar modal bisa menjadi sumber pendanaan bagi pengembangan industri di daerah.

Fakhri Hilmi, Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal II A OJK, menyatakan pihaknya akan mendorong perusahaan lokal untuk bisa terjun di pasar modal. Sebab, menurutnya akan banyak potensi yang bisa didapatkan lewat skema itu.

Pihaknya juga melihat adanya potensi yang cukup besar di Sulawesi Selatan. Diantaranya yakni pertumbuhan pasar yang besar serta menjadi gerbang utama Indonesia timur. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.


"Pertumbuhan selalu di atas pertumbuhan nasional. Sulawesi Selatan punya pertumbuhan 7,41%," katanya dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Pasar Modal di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/4).

Peserta yang diundang sebanyak 250 orang yang merupakan wakil dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPINDA), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), 100 perusahaan yang berlokasi di Makassar dan kota-kota sekitarnya di Sulawesi Selatan, APINDO dan REI Sulawesi Selatan, serta para akademisi di sekitar Makassar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida dalam sambutannya di acara itu mengatakan, saat ini sumber pendanaan masih menjadi kendala dalam pengembangan usaha, sehingga diperlukan upaya mencari alternatif pembiayaan seperti dari pasar modal.

Kegiatan itu merupakan bagian dari program pendalaman pasar keuangan, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bagi dunia usaha. "Selain memberikan alternatif bagi dunia usaha, keberagaman sumber pendanaan juga dapat meningkatkan efisiensi pendanaan bagi industri secara nasional,” kata Nurhaida dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, semakin banyak perusahaan di daerah yang melakukan initial public offering (IPO), akan meningkatkan perekonomian daerah dan mendorong munculnya sentra-sentra ekonomi yang lebih menyebar, tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu.

Pendanaan melalui pasar modal, katanya, memiliki nilai tambah tersendiri bagi dunia usaha pada khususnya maupun masyarakat secara umum. Pasar modal mempertemukan langsung kelebihan dana pada masyarakat dengan kebutuhan dana oleh perusahaan, sehingga diharapkan biaya modal (cost of fund) pendanaan dari pasar modal akan lebih rendah.

Dengan itu, OJK ingin mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pemerataan pertumbuhan terutama di daerah-daerah. Antara lain dengan mendoronga pelaku industri di daerah agar lebih memanfaatkan Pasar Modal sebagai sumber pendanaan dalam pengembangan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia