KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dunia usaha mulai melihat inovasi lingkungan dan sosial bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi, tetapi sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Hal tersebut tercermin dari penyelenggaraan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT SUCOFINDO (Persero) di Bali, Senin (14/9/2026). Ajang tersebut tahun ini mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dengan fokus pada ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, serta transisi energi bersih.
Baca Juga: Jateng Perkuat Daya Tarik Investasi Industri Lewat KEK Industropolis Batang Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pengelolaan lingkungan perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis karena dapat menciptakan efisiensi sekaligus nilai ekonomi. "Dunia usaha perlu melihat pengelolaan lingkungan bukan sebagai biaya, melainkan investasi untuk menciptakan efisiensi, nilai ekonomi, dan keberlanjutan bisnis," ujarnya dalam pernyataan resmi pada ENSIA 2026. Menurut Hanif, kebutuhan tersebut semakin relevan di tengah perubahan iklim, ketidakpastian global, kebutuhan efisiensi sumber daya dan tuntutan pengurangan emisi. Karena itu, inovasi perusahaan perlu diarahkan tidak hanya untuk memenuhi standar kepatuhan atau
compliance, tetapi juga melampaui ketentuan atau beyond compliance. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Skema tersebut dinilai dapat mengubah persoalan pengelolaan sampah menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus alternatif sumber energi. Peluang ekonomi juga terbuka dari sektor pangan. Efisiensi pascapanen, pengurangan
food loss and food waste, serta pengembangan ekonomi sirkular dapat menekan pemborosan sumber daya sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Baca Juga: Insentif Motor Listrik 2026 Belum Jelas, Industri Minta Kepastian Pemerintah Hanif menilai, inovasi yang telah terbukti memberikan dampak ekonomi dan sosial perlu diperluas agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang mengembangkan inovasi tersebut. "Inovasi yang terbukti memberikan dampak, perlu direplikasi dan diperluas melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga riset, dan masyarakat," katanya. Dari sisi bisnis, pengembangan inovasi lingkungan juga dinilai semakin penting untuk menghadapi berbagai risiko eksternal. Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna mengatakan, ketidakpastian geopolitik berpotensi mengganggu rantai pasok, sementara perubahan iklim meningkatkan risiko terhadap kegiatan ekonomi. Karena itu, perusahaan perlu mengembangkan inovasi yang dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan dampak lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. "ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring," jelas Sandry.
Baca Juga: Rusal Segera Bangun Smelter Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final Partisipasi Perusahaan Meningkat Minat dunia usaha terhadap inovasi berkelanjutan juga tercermin dari meningkatnya partisipasi dalam ENSIA 2026. Tahun ini, sebanyak 253 perusahaan berpartisipasi dengan mengajukan 954 paper serta melibatkan 48
local hero. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 178 perusahaan dengan 690 paper. Peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin banyak perusahaan yang mengembangkan dan mendokumentasikan inovasi di bidang lingkungan, sosial, serta keberlanjutan bisnis.
Baca Juga: Rencana Raksasa Aluminium Rusia Masuk Indonesia, Pengamat Soroti Nilai Tambah Sandry berharap inovasi yang dikembangkan perusahaan tidak berhenti sebagai proyek individual atau penghargaan, tetapi dapat direplikasi sehingga menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas. "Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia," katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News