JAKARTA. Satuan Kerja Sementara Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) menyerahkan rencana kerja dan anggaran atawa work plan and budjet (WP&B) 2013 kepada 274 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Menilik rencana tersebut, total investasi di kegiatan industri hulu tersebut ditargetkan mencapai US$ 26,2 miliar, atau meningkat 19,6% dibandingkan dengan perencanaan tahun sebelumnya, sebesar US$ 21,9 miliar. Menurut Widhyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SK Migas, WP&B bagi 274 kontraktor tersebut, terdiri dari 200 wilayah kerja (WK) eksplorasi dan 74 WK eksploitasi alias produksi. "Total WK yang berada di bawah kendali SK Migas 307 kontraktor. Jadi 33 kontraktor belum serahkan WP&B," kata dia dalam acara penyerahan WP&B 2013 kepada KKKS di kantor SK Migas, Selasa (8/1). Dia merinci, persetujuan anggaran untuk 74 WK eksploitasi totalnya mencapai US$ 23,5 miliar. Jabarannya, US$ 2,3 miliar untuk membiayai kegiatan eksplorasi lanjutan dan sebesar US$ 5 miliar untuk program pengembangan. Sedangkan untuk program produksi sebesar US$ 14,7 miliar, dan sisanya untuk keperluan administrasi umum.
274 perusahaan migas siap garap lapangan migas
JAKARTA. Satuan Kerja Sementara Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) menyerahkan rencana kerja dan anggaran atawa work plan and budjet (WP&B) 2013 kepada 274 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Menilik rencana tersebut, total investasi di kegiatan industri hulu tersebut ditargetkan mencapai US$ 26,2 miliar, atau meningkat 19,6% dibandingkan dengan perencanaan tahun sebelumnya, sebesar US$ 21,9 miliar. Menurut Widhyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SK Migas, WP&B bagi 274 kontraktor tersebut, terdiri dari 200 wilayah kerja (WK) eksplorasi dan 74 WK eksploitasi alias produksi. "Total WK yang berada di bawah kendali SK Migas 307 kontraktor. Jadi 33 kontraktor belum serahkan WP&B," kata dia dalam acara penyerahan WP&B 2013 kepada KKKS di kantor SK Migas, Selasa (8/1). Dia merinci, persetujuan anggaran untuk 74 WK eksploitasi totalnya mencapai US$ 23,5 miliar. Jabarannya, US$ 2,3 miliar untuk membiayai kegiatan eksplorasi lanjutan dan sebesar US$ 5 miliar untuk program pengembangan. Sedangkan untuk program produksi sebesar US$ 14,7 miliar, dan sisanya untuk keperluan administrasi umum.