JAKARTA. Program pemerintah untuk membangun kawasan industri di luar Pulau Jawa tampaknya masih berjalan tersendat. Kementerian Perindustrian memastikan tak akan bisa menyerap anggaran senilai Rp 350 miliar dari total alokasi Rp 967 miliar untuk pembangunan fasilitas pendukung di 14 kawasan industri prioritas Imam Haryono, Deputi Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, sedikitnya terdapat tiga kendala utama yang membuat pihaknya tidak bisa merealisasikan anggaran tersebut. Pertama, pemerintah kesulitan untuk pembebasan lahan karena areal di kawasan industri belum masuk sebagai kriteria kepentingan umum. Dia bilang, pengadaan lahan di kawasan indutri Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Palu di Sulawesi Tengah, dan Bitung di Sulawesi Utara sampai saat ini masih terkendala lantaran menunggu payung hukum untuk pembebasan lahan. Sehingga, pengerjaan fisik fasilitas pendukung belum bisa dilaksanakan pada tahun ini.
3 Alasan anggaran kawasan industri bakal mubazir
JAKARTA. Program pemerintah untuk membangun kawasan industri di luar Pulau Jawa tampaknya masih berjalan tersendat. Kementerian Perindustrian memastikan tak akan bisa menyerap anggaran senilai Rp 350 miliar dari total alokasi Rp 967 miliar untuk pembangunan fasilitas pendukung di 14 kawasan industri prioritas Imam Haryono, Deputi Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, sedikitnya terdapat tiga kendala utama yang membuat pihaknya tidak bisa merealisasikan anggaran tersebut. Pertama, pemerintah kesulitan untuk pembebasan lahan karena areal di kawasan industri belum masuk sebagai kriteria kepentingan umum. Dia bilang, pengadaan lahan di kawasan indutri Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Palu di Sulawesi Tengah, dan Bitung di Sulawesi Utara sampai saat ini masih terkendala lantaran menunggu payung hukum untuk pembebasan lahan. Sehingga, pengerjaan fisik fasilitas pendukung belum bisa dilaksanakan pada tahun ini.