3 Saham, 2 Waran, dan 2 Obligasi Tercatat di BEI Dalam Sepekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama sepekan, terdapat pencatatan perdana tiga saham, dua waran, dan dua obligasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Senin (27/2) saham dan waran PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) mulai dicatatkan di Papan Pengembangan BEI. FUTR merupakan perusahaan tercatat ke-20 di BEI pada tahun 2023. FUTR bergerak pada sektor barang konsumsi nonprimer dengan subsektor media & entertainment. Industri FUTR adalah media dengan subindustri advertising.

Rabu (1/3), PT Hillcon Tbk (HILL) mulai mencatatkan sahamnya di Papan Utama BEI. HILL merupakan perusahaan tercatat ke-21 di BEI pada tahun 2023. HILL bergerak pada sektor energi dengan subsektor oil, gas & coal. HILL bergerak pada industri oil, gas & coal supports dengan subindustri adalah oil, gas & coal equipment & services. 

Menutup pekan ini, tepatnya pada Jumat (3/3), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) mencatatkan saham dan warannya di Papan Pengembangan BEI. BDKR menjadi perusahaan tercatat ke-22 yang tercatat di BEI pada tahun 2023. BDKR bergerak pada sektor infrastrktur dengan subsektor heavy constructions & civil engineering. Industri dan subindustri BDKR adalah heavy constructions & civil engineering. 


Baca Juga: Relaksasi Pasar Modal Segera Berakhir, ARB dan Jam Perdagangan Akan Normal Lagi

Berdasarkan siaran pers BEI, ada PT Saranana Multigriya Finansial dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang mencatatkan obligasi total Rp 3,25 triliun.

Senin (27/2), Obligasi Berkelanjutan VI Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2023 dengan total nilai Rp 2 triliun oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mulai dicatatkan di BEI. SMF memiliki peringkat AAA untuk korporasi yang diperoleh dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Rating.

Pada Selasa (28/2), Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2023 PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 1,25 triliun. Hasil pemeringkatan Pefindo untuk obligasi ini adalah idAA- (Double A Minus) dan bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 14 emisi dari 13 emiten senilai Rp16,73 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 516 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 450,86 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 126 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp 5.436,54 triliun dan US$ 452,11 juta. EBA sebanyak delapan emisi dengan total nilai Rp 3,27 triliun. 

Baca Juga: Net Buy Asing Rp 2,69 Triliun Sepekan Saat IHSG Turun

Sepekan periode 27 Februari dengan 3 Maret 2023, Indeks Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,63% ke 6.813,64 dari 6.856,58 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI turun 0,53% sepekan menjadi Rp 9.451,28 triliun dari Rp 9.501,89 triliun pada pekan sebelumnya.

Meski indeks acuan turun, transaksi pasar justru meningkat. Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa sebesar 21,56% menjadi Rp 10,79 triliun dari Rp 8,88 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa turut naik 8,88% menjadi 1,09 juta kali transaksi dari 1 juta kali transaksi per hari pada sepekan sebelumnya. Volume transaksi harian meningkat 3,91% menjadi 16,73 miliar saham dari 16,1 miliar saham pada penutupan pekan yang lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati