3 Saham IPO BEI Masuk Masa Penawaran Umum Hari Ini, Cek Saran Analis Sebelum Beli!
Rabu, 01 Juli 2026 14:02 WIB
Oleh: Dimas Andi, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Aktivitas initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meningkat pada awal Juli 2026. Mulai Rabu (1/7/2026), sebanyak tiga calon emiten resmi memasuki masa penawaran umum saham perdana. Lalu, saham IPO manakah yang memiliki prospek cerah untuk investasi? Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Niramas Utama Tbk (JELI). Seluruhnya membuka masa penawaran umum hingga Jumat (3/7/2026) sebelum dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia. Ringkasan IPO Saham 1 Juli 2026
Tonton: Nadiem Makarim Resmi Banding! Tak Terima Divonis 10 Tahun Kasus Chromebook IPO Saham JECX PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, menetapkan harga IPO sebesar Rp1.250 per saham. Masa penawaran umum berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Perseroan menawarkan maksimal 487,98 juta saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Selain penerbitan saham baru, terdapat penawaran 162,88 juta saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K) atau sekitar 2% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Secara keseluruhan, nilai transaksi IPO JECX berpotensi mencapai Rp609,97 miliar, terdiri dari Rp406,65 miliar hasil penerbitan saham baru dan Rp203,32 miliar dari divestasi saham. Perseroan juga menyediakan program Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak 11,16 juta saham atau sekitar 2,29% dari jumlah saham yang ditawarkan. Dana hasil penerbitan saham baru akan dimanfaatkan untuk: - sekitar Rp49 miliar untuk mempercepat pelunasan sebagian pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA); - Rp100 miliar untuk pembayaran sebagian pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia; - Rp185 miliar disalurkan kepada entitas anak, terdiri dari Rp50 miliar kepada PT Nitra Sanata Bali, Rp100 miliar sebagai pinjaman kepada PT Orbita, dan Rp35 miliar kepada PT JEC Candi Sejahtera; - sisanya digunakan sebagai modal kerja hingga paling lambat 31 Desember 2027. Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (1/7): Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2.625.000 Per Gram IPO Saham PRDL PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) juga memasuki masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026. Perusahaan produsen alat kesehatan diagnostik ini menawarkan maksimal 522,90 juta saham baru dengan harga IPO Rp120 per saham atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dari aksi korporasi tersebut, PRDL berpotensi memperoleh dana sekitar Rp62,74 miliar. Penggunaan dana IPO akan dialokasikan untuk: - sekitar Rp33,66 miliar guna melunasi sebagian fasilitas kredit kepada BCA dan Bank Panin; - sekitar 28,92% sebagai belanja modal (capital expenditure/capex); - sekitar 8,51% sebagai modal kerja. PRDL juga menyelenggarakan program Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak 36,60 juta saham atau setara 7% dari total saham yang ditawarkan. Apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal, saham PRDL dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026. Baca Juga: Mulai Hari Ini Penawaran Umum 3 Saham IPO (JECX-PRDL-JELI), Ini Cara Pesan Saham Baru IPO Saham JELI PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO, juga membuka masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp900 per saham dengan jumlah saham yang ditawarkan melalui sistem e-IPO sebanyak maksimal 266 juta saham. Dana hasil IPO akan digunakan untuk beberapa kebutuhan utama. Sebanyak 56,70% dialokasikan sebagai tambahan modal kepada PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. Selanjutnya, sekitar 10,04% dialokasikan untuk belanja modal berupa pembelian, instalasi, dan pelunasan mesin produksi beserta perlengkapannya. Sebesar 10,90% akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek kepada PT Bank Mandiri Tbk. Per 31 Maret 2026, nilai pokok pinjaman tersebut tercatat sekitar Rp25 miliar. Sementara itu, sisa dana sekitar 22,36% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, biaya operasional, dan aktivitas pemasaran. Dengan dimulainya masa penawaran umum ketiga emiten tersebut, investor memiliki tambahan pilihan saham IPO pada Juli 2026. Calon investor dapat mencermati prospektus masing-masing perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Rekomendasi Analis Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, afiliasi konglomerat pada saham-saham IPO berpotensi menjadi pembeda dalam kondisi pasar yang volatil. Dalam hal ini, JECX dengan Grup Emtek dinilai memiliki bekingan institusi yang kredibel sekaligus tata kelola yang relatif lebih mampu terpantau. Selain dua calon emiten tadi, PRDL juga punya daya tarik paling menarik secara fundamental lantaran sudah menjadi merek yang eksis di Indonesia, memiliki pendapatan berulang, dan masuk dalam sektor yang defensif. PRDL sendiri merupakan anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Di sisi lain, saham JELI dipandang cenderung lebih spekulatif.
Dari situ, Wafi menyarankan investor untuk memprioritaskan saham IPO dengan fundamental jelas dan harga konservatif. Durasi investasi yang ideal pada saham IPO yakni minimum 6–12 bulan guna memberi waktu untuk memperoleh potensi keuntungan usai listing. "Investor yang masuk ke saham IPO pasca listing masih dimungkinkan dan bahkan lebih aman karena priceaction hari pertama dapat menjadi indikator permintaan yang asli," ungkap dia, Kamis (25/6). Tak hanya itu, Wafi mengingatkan, apabila harga saham IPO anjlok pasca pencatatan perdana namun fundamental tidak berubah, justru hal itu menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk. Artinya, bukan sesuatu yang mesti selalu dihindari.
Ekspor Biji Kakao Diuntungkan Kenaikan Harga Patokan Juli 2026