BANDUNG. Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) menargetkan bahwa kebutuhan obat untuk keperluan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dapat seratus persen tertangani pada tahun 2019. Direktur Eksekutif GPFI Darajatun Sanusi mengatakan, saat ini pasokan obat untuk keperluan jaminan kesehatan sudah terpenuhi sekitar 70%. Sisanya masih impor. "Sudah 70% itu bagus, yang sisanya impor karena tergolong obat mahal. Tahun 2019, kami targetkan sudah bisa seratus persen kebutuhan obat secara universal di Indonesia sudah bisa terpenuhi," ujar Darajatun dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (24/10).
30% Obat BPJS Kesehatan masih impor
BANDUNG. Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) menargetkan bahwa kebutuhan obat untuk keperluan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dapat seratus persen tertangani pada tahun 2019. Direktur Eksekutif GPFI Darajatun Sanusi mengatakan, saat ini pasokan obat untuk keperluan jaminan kesehatan sudah terpenuhi sekitar 70%. Sisanya masih impor. "Sudah 70% itu bagus, yang sisanya impor karena tergolong obat mahal. Tahun 2019, kami targetkan sudah bisa seratus persen kebutuhan obat secara universal di Indonesia sudah bisa terpenuhi," ujar Darajatun dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (24/10).