300.000 Kasus TBC Di RI Belum Terdeteksi Kemenkes, Ini Ciri-Ciri TBC Orang Dewasa
Senin, 06 April 2026 13:48 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jumlah kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia sangat tinggi dan belum ditemukan. TBC adalah penyakit menular yang harus diwaspadai. Kenali ciri-ciri orang dewasa menderita TBC. Diberitakan Kompas.com, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyatakan terdapat 1.090.000 kasus TBC di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 867.000 kasus telah mendapatkan pengobatan. Namun, sekitar 300.000 kasus lainnya belum ditemukan. “Kasus TB di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan secara jumlah diperkirakan ada 1.090.000 kasus. Yang diobati tahun lalu 867.000 kasus, jadi masih ada hampir 300.000 kasus yang belum ditemukan,” ujar Paulus dalam Konferensi Pers Hari TB Sedunia 2026 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
300 Ribu Kasus TBC Jadi Tantangan Besar Paulus menegaskan bahwa tingginya jumlah kasus yang belum terdeteksi menjadi tantangan serius dalam upaya pemberantasan TBC di Indonesia. Menurutnya, penanganan TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melainkan harus melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 Penanganan TBC Harus Lintas Sektoral Pemberantasan TBC, kata Paulus, membutuhkan kolaborasi lintas sektor, antara lain: - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) - Kementerian Ketenagakerjaan - Kementerian Sosial - Kementerian Pangan - Kementerian Lingkungan Hidup “Pemberantasan TB itu lintas sektoral. Tidak cukup hanya Kemenkes dan Kemendagri, tapi harus melibatkan banyak kementerian karena saling berkaitan,” jelasnya. Skrining Massal Digencarkan Sepanjang 2026 Untuk menekan angka kasus, Kemenkes bersama Kemendagri akan melakukan skrining TBC secara luas sepanjang tahun 2026. Langkah ini ditujukan untuk menemukan kasus-kasus yang selama ini belum terdeteksi, terutama di kelompok masyarakat rentan. Baca Juga: Resmi Berlaku Pekan Ini, ASN Wajib WFO 4 Hari dan WFH 1 Hari TBC Banyak Menyerang Kelompok Rentan Paulus menyebutkan bahwa TBC banyak menyerang masyarakat pada kelompok ekonomi bawah, khususnya desil 1 hingga 4. Karena itu, penanganannya juga harus menyasar faktor sosial dan lingkungan, termasuk kondisi hunian masyarakat. Faktor Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan Selain deteksi dan pengobatan, faktor lingkungan menjadi perhatian penting dalam pencegahan TBC. Kuman TBC diketahui dapat mati dalam waktu 15–30 menit jika terpapar sinar matahari langsung. Namun, di rumah dengan ventilasi buruk, kuman dapat bertahan hingga berbulan-bulan. “Kuman TB kalau kena sinar matahari 15–30 menit bisa mati. Tapi kalau rumah tidak ada ventilasi yang baik, kuman bisa bertahan lama. Maka rumah tidak layak harus mendapat perhatian,” tegas Paulus. Tonton: Heboh! JK Dituduh Danai Kasus Ijazah Jokowi, Ini Jawaban Kerasnya! Upaya Menyeluruh untuk Eliminasi TBC Pemerintah menegaskan bahwa pemberantasan TBC tidak hanya berfokus pada penemuan kasus dan pengobatan, tetapi juga pada perbaikan kualitas hunian dan lingkungan masyarakat. Pendekatan menyeluruh ini diharapkan mampu menekan angka penularan sekaligus mempercepat eliminasi TBC di Indonesia. Gejala TBC Diberitakan Kontan, berikut gejala TBC pada orang dewasa yang harus Anda ketahui menurut situs resmi Kementerian Kesehatan:
Batuk lebih dari 2 minggu.
Mengalami sesak nafas.
Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas.
Kelelahan yang ekstrim
Penurunan nafsu makan
Demam meriang
Berat badan turun drastis
Meski demikian, gejala tuberkulosis TBC pada orang dewasa bervariasi tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi. Nah, gejala TBC pada orang dewasa yang menyerang organ paru-paru atau TBC paru adalah sebagai berikut:
Batuk berkelanjutan selama lebih dari dua minggu
Batuk mengeluarkan dahak berdarah
Mengalami sesak napas secara bertahap dan akan semakin memburuk
Tidak hanya di paru, TBC juga dapat berkembang di luar organ paru-paru. Infeksi TBC dapat menyerang kelenjar getah bening, tulang dan persendian, sistem pencernaan, kandung kemih, sistem reproduksi, hingga otak serta sistem saraf. Tonton: 8 Jurus OJK Benahi Bursa Efek Indonesia yang Penuh Masalah Gejala infeksi TBC di luar paru, meliputi:
Kelenjar membengkak secara terus menerus
Muncul rasa sakit di area perut dan persendian
Mulai memengaruhi sistem gerak, seperti tulang dan sendi
Mengalami kebingungan dan sakit kepala
Mengalami kejang pada waktu tertentu
Jika menemukan gejala-gejala TBC di atas, maka segeralah pergi ke puskesmas atau klinik terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pengobatan TB dilakukan dengan metode DOTS atau Directly Observed Treatment Shortcourse. Dirangkum dari laman TB Indonesia, DOTS merupakan pengobatan TBC berstandar yang telah ditetapkan sebagai pengobatan jangka pendek terbaik dengan pengawasan. Tahap Awal (Intensif) pengobatan TBC berlangsung dari mulai pengobatan hingga 2 bulan, dimana pasien TBC diwajibkan minum obat setiap hari. Tahap Awal (Intensif) bertujuan untuk menonaktifkan kuman/bakteri TB. Tahap lanjut pengobatan TB adalah dari bulan ke-2 sampai bulan ke-6 atau lebih. Pada tahap ini, pasien hanya diharuskan minum obat 3 kali seminggu. Tahap Lanjut bertujuan untuk membunuh kuman/bakteri TBC. Kedua tahapan di atas memakan waktu total minimal 6 bulan, bisa lebih atau bahkan sampai 12 bulan. Namun lamanya pengobatan TBC ini tergantung dari berat ringannya penyakit TB yang diderita pasien dan ditentukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Jika pada akhir tahap intensif hasil pemeriksaan dahak masih positif, maka tahap pengobatan TBC ini akan ditambah 1 bulan.
Sebagai langkah pencegahan penularan TBC, Anda harus memahami etika batuk atau bersin sebagai berikut:
Gunakan masker saat batuk
Tutup mulut dan hidung Anda dengan bagian dalam lengan atas Anda
Tutup mulut dan hidung dengan tisu
Jangan lupa buang ke tong sampah
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Tingkat keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Indonesia mencapai 90% penderita TBC, artinya 90% penderita TBC yang diobati dapat disembuhkan. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/04/06/10582801/wamenkes-kasus-tbc-di-indonesia-capai-1-juta-867000-sudah-diobati.
DAU Hingga Dana Desa Bisa Dipakai Buat Koperasi Merah Putih, Dapat Rp 3 Miliar!