KONTAN.CO.ID - Saat Lebaran tiba, biasanya makanan dan minuman manis tersaji. Biar terhindar dari risiko diabetes, begini cara menurunkan gula darah saat Lebaran. Sebab, makanan dan minuman tinggi gula bisa memicu hiperglikemia atau kadar gula darah naik. Lambat laun, kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko diabetes. Tubuh Anda biasanya mengelola kadar gula darah dengan memproduksi insulin, hormon yang memungkinkan sel-sel Anda menggunakan gula yang bersirkulasi dalam darah Anda.
Cara menurunkan gula darah
Untuk menurunkan kadar gula darah, berikut hal yang bisa Anda lakukan: 1. Tetap olahraga Olahraga teratur bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, yang membuat sel-sel tubuh lebih efektif dalam mengelola gula dalam darah. Olahraga juga membantu otot Anda menggunakan gula darah untuk energi dan kontraksi otot. Jika Anda memiliki masalah dengan manajemen gula darah, pertimbangkan untuk memeriksa kadar Anda secara rutin sebelum dan sesudah berolahraga. Cara ini akan membantu Anda mempelajari bagaimana Anda merespons berbagai aktivitas dan menjaga kadar gula darah Anda agar tidak terlalu tinggi atau rendah. Baca Juga: 7 Manfaat Biji Ketumbar buat Kesehatan, Efektif Menurunkan Gula Darah 2. Perbanyak asupan serat Serat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga meningkatkan kadar gula darah secara bertahap. Mengonsumsi makanan tinggi serat juga meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk mengatur gula darah dan meminimalkan penurunan gula darah. Makanan tinggi serat antara lain sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 3. Perbanyak minum air putih Minum cukup air bisa membantu Anda menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Selain mencegah dehidrasi, cara ini membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urin. Minum air putih secara teratur dapat merehidrasi darah, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes. Baca Juga: 6 Manfaat Daun Pepaya buat Kesehatan, Menurunkan Gula Darah bagi Penderita Diabetes 4. Konsumsi makanan yang kaya kromium dan magnesium Kadar gula darah tinggi dan diabetes telah dikaitkan dengan defisiensi mikronutrien, seperti kromium dan magnesium. Kromium terlibat dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Mikronutrien bisa mempotensiasi aksi insulin, sehingga membantu regulasi gula darah. Contoh makanan kaya kromiun antara lain:- daging
- produk gandum utuh
- buah
- sayuran
- kacang
- sayuran hijau
- tuna
- biji-bijian utuh
- pisang
- alpukat
- kacang polong
- dark cokelat