KONTAN.CO.ID - Lingkungan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang seseorang. Selain hal positif, lingkungan juga bisa menjadi tempah hal-hal negatif berkembang. Salah satu hal negatif yang bisa terjadi di lingkungan sekitar adalah
toxic relationship atau hubungan toksik. Psikolog Ulfa Rahma, dalam Mental Health Seminar di Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) Talk #3 Universitas Brawijaya (UB), menjelaskan lebih rinci dimana saja
toxic relationship bisa terjadi.
Toxic relationship adalah suatu hubungan yang menyebabkan suatu dampak tidak sehat baik itu bagi fisik maupun bagi kondisi mental seseorang.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Mencegah Batu Ginjal Tanpa Obat, Bisa Diterapkan Sejak Sekarang Ulfa menjelaskan bahwa
toxic relationship bisa terjadi di empat lingkungan yakni:
- Lingkungan pertemanan
- Lingkungan keluarga
- Lingkungan hubungan kekasih
- Lingkungan kerja
Dampak toxic relationship
Meskipun terlihat sepele,
toxic relationship ternyata memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan mental dan fisik. “
Toxic relationship tak hanya disadari oleh diri sendiri. Terkadang ada juga orang yang bisa melihat seberapa
toxic relationship dalam lingkungan tersebut," jelas Ulfa seperti dikutip dari situs UB. Melihat dari pengertian
toxic relationship, hubungan tersebut memang tidak bisa dianggap biasa saja. Karenanya, akan lebih baik jika seseorang segera keluar dari kondisi
toxic relationship jika memang sudah mengetahui adanya suatu hal yang tidak sehat lagi. Menurut Ulfa, ada baiknya untuk memberikan saran kepada toxic people agar berkonsultasi pada ahli ketika sedang menjalin hubungan yang dekat dengan orang tersebut.
Baca Juga: TKD dan AKHLAK Rekrutmen Bersama BUMN 2022: Ini Materi & Contoh Perilaku AKHLAK Hal ini dikarenakan, dalam beberapa kasus
toxic people memiliki kemungkinan besar membutuhkan bantuan psikolog untuk meninggalkan sifatnya. Sebenarnya tidak masalah jika Anda merasa berat harus meninggalkan teman atau rekan kerja yang
toxic. Namun sebaiknya usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan teman lain yang tidak
toxic. Agar kita bisa berbagi cerita atau pandangan yang lebih objektif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News