5 Desa terunik di dunia



Masyarakat desa biasanya terdiri dari kelompok keluarga dengan komunitas yang lebih kecil dari perkotaan. Walau pun terdapat banyak perbedaan diantara desa-desa tersebut, tetapi selalu ada kemiripan dalam tatanannya. Keunikan sebuah desa yang terdapat di belahan bumi ini karena ia tidak biasa seperti desa pada umumnya. Berikut ini ada 5 desa paling unik dan menakjubkan yang ada di dunia versi Kontan.

Nama : Asola dan Fatehpur Beri 
Alamat : Asola Fatehpur Beri, South West Delhi, India
Penduduk : 5002 orang
Keunikan : Inilah dua desa di negara India yang terkenal sebagai desa ‘pria kuat’ yang memang berotot. Hampir 90 persen laki-laki dari desa itu bekerja sebagai bodyguard di klub malam di kota-kota terdekat seperti New Delhi. Sisanya membentuk tubuh untuk mempersiapkan diri sebagai atlet profesional. Di desa ini, tidak ada seorang anak lelaki pun yang tidak pergi ke gym. Semua anak laki-laki berolahraga. Mereka sangat berhati-hati terhadap tubuh mereka. Tidak ada yang mengonsumsi minuman keras atau tembakau. Kebanyakan anak laki-laki mengikuti gulat pada usia yang sangat muda dengan harapan bisa mengikuti ke Olimpiade. Jika gagal biasanya mereka banting setir menjadi tukang pukul atau bodyguard.
Sumber foto : Barcroft.TV

Nama : The Uros Floating Islands
Alamat : Di tengah-tengah Danau Titicaca, Peru
Penduduk : 2000 orang
Keunikan : Jika berkunjung ke danau Titicaca yang berada di perbatasan Peru dan Bolivia, terdapat pulau-pulau terapung yang terbuat dari jerami. Pulau yang dinamakan Uros ini sekaligus berfungsi sebagai desa pemukiman suku Uru. Uros ini terbuat dari sejenis alang-alang bernama totora. Suku Uru menjalankan hampir seluruh aktivitas di atas Uros. Meskipun bahan pembuatannya sangat sederhana ternyata fasilitasnya cukup lengkap. Ada rumah-rumah untuk setiap keluarga, sekolah, dan bahkan ada stasiun radio. Awalnya, pemukiman yang dibangun di tengah ini difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus benteng pertahanan yang mudah dipindah-pindahkan. Jika musuh mendekat, penduduk suku tinggal melarikan diri bersama dengan rumah mereka.
Sumber foto : parascosa.com

Nama : Noiva De Cordeiro
Alamat : Menas Gerais, Brasil
Penduduk : 600 orang
Keunikan : Tak salah rasanya jika menyebut Noiva do Cordeiro sebagai desa wanita Amazon modern. Pasalnya desa ini hanya dihuni oleh kaum perempuan. Lebih dari 600 wanita yang menghuni desa ini adalah wanita muda yang cakap dan mandiri. Mereka mengerjakan segala urusan tanpa bantuan laki-laki. Beberapa perempuan di Noiva do Cordeiro ada yang sudah menikah dan punya keluarga, namun suami dan anak lelaki yang sudah dewasa dilarang tinggal di sini. Mereka hanya boleh pulang di akhir pekan.
Sumber foto : noivadocordeiro.com

Nama : Nagoro
Alamat : Route 439 di Lembah Iya, pulau Shikoku di Prefektur Tokushima, Jepang
Penduduk : 3o orang dan 350 boneka
Keunikan : Dulunya Nagoro adalah desa biasa. Namun belakangan penduduknya semakin berkurang hingga kurang dari 50 orang. Lantas Ayano Tsukimi, penduduk setempat, membuat satu boneka untuk menggantikan setiap orang yang meninggalkan desa itu. Tiap kali ada tetangganya yang meninggal atau meninggalkan desa, Tsukimi akan segera membuat boneka tiruan mereka, lalu memposisikan boneka-boneka tersebut seperti sedang melakukan aktivitas yang biasa dilakukan oleh tetangganya. Ia membuatkan boneka anak-anak dan guru untuk diletakkan di gedung sekolah , boneka para manula lengkap dengan kursi roda yang sedang menunggu bus di halte, dan berbagai boneka anak-anak serta orang dewasa yang tampak sedang beraktivitas di rumah mereka.
Sumber foto : dollsanddolls.com

Nama : De Hogewey
Alamat : Heemraadweg 1, 1382 GV Weesp, Netherlands
Penduduk : 152 orang (23 rumah)
Keunikan : Desa Hogewey terletak di Weesp, Belanda. Sepintas, desa mungil ini tampak normal. Namun, semua penduduk di sana ternyata para lansia yang menderita demensia alias pikun. Hogewey sebenarnya adalah sebuah panti jompo yang berkonsep seperti sebuah desa. Sengaja dibuat demikian agar para pasien merasa bahwa mereka seperti menjalani kehidupan normal. Mereka bahkan tidak tahu kalau desa itu adalah sebuah panti jompo yang dipantau selama 24 jam.
Sumber foto : jerseydigs.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News