KONTAN.CO.ID - Banyak orang tua yang menjadikan kritik sebagai metode untuk membantu mengatasi perilaku bermasalah pada anak. Kendati niatnya baik, namun tidak sedikit orang tua yang menyadari bahwa anak-anak tidaklah bereaksi layaknya orang dewasa ketika dihadapkan dengan kritik. Bagi orang dewasa, kritik mungkin adalah hal yang bagus karena bisa mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas diri. Sebaliknya, anak-anak belum mengembangkan perspektif yang demikian dan hampir selalu menginternalisasi kritik, memasukkannya ke dalam hati, serta mempertahankan luka emosional akibat kritik dalam waktu yang lama. Berbeda dengan mengoreksi yang cenderung dilakukan secara lembut untuk memberi tahu anak tentang kesalahannya sekaligus menjelaskan mengapa perilakunya tidak produktif, kritik justru lebih berfokus pada penilaian daripada membantu anak. Dilansir dari laman Advanced Psychology, inilah 5 efek negatif kritik bagi perkembangan diri anak yang perlu orang tua cermati.
5 Efek Negatif Kritik bagi Perkembangan Diri Anak, Cari Tahu di Sini!
KONTAN.CO.ID - Banyak orang tua yang menjadikan kritik sebagai metode untuk membantu mengatasi perilaku bermasalah pada anak. Kendati niatnya baik, namun tidak sedikit orang tua yang menyadari bahwa anak-anak tidaklah bereaksi layaknya orang dewasa ketika dihadapkan dengan kritik. Bagi orang dewasa, kritik mungkin adalah hal yang bagus karena bisa mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas diri. Sebaliknya, anak-anak belum mengembangkan perspektif yang demikian dan hampir selalu menginternalisasi kritik, memasukkannya ke dalam hati, serta mempertahankan luka emosional akibat kritik dalam waktu yang lama. Berbeda dengan mengoreksi yang cenderung dilakukan secara lembut untuk memberi tahu anak tentang kesalahannya sekaligus menjelaskan mengapa perilakunya tidak produktif, kritik justru lebih berfokus pada penilaian daripada membantu anak. Dilansir dari laman Advanced Psychology, inilah 5 efek negatif kritik bagi perkembangan diri anak yang perlu orang tua cermati.