5 Hewan terberat yang masih hidup di dunia



Hingga saat ini, dunia masih menyimpan sejuta misteri makhluk penghuninya. Salah satunya adalah hewan yang hidup, baik di darat maupun di laut dan udara. Sebagian hewan memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan, ukuran tersebut diatas rata-rata ukuran jenis hewan tersebut. Sebagian dari hewan-hewan tersebut pernah ditemukan dan ditangkap oleh manusia. Namun, sebagian lagi masih dalam misteri. Berikut ini ada 5 hewan terbesar di dunia versi Kontan.

Nama : Buaya Muara (Saltwater Crocodile)
Nama ilmiah : Crocodylus porosus
Panjang/Berat : Panjang 6,3 meter, Berat 1,36 ton
Status Konservasi : Risiko Rendah
Keterangan : - Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia. Dinamai demikian karena buaya ini terutama hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara). Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Saltwater crocodile, Indo-Australian crocodile, dan Man-eater crocodile. Dikenal juga sebagai buaya pemakan manusia, karena buaya ini terkenal pernah (dan sering) memangsa manusia yang memasuki wilayahnya. Tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia (Indo-Australia). Panjang tubuh buaya dewasa (termasuk ekor) mencapai 12 meter denganberat  mencapai 200 kg. Buaya muara dikenal sebagai buaya yang jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Penyebarannya pun juga "terluas" di dunia. Selain terbesar dan terpanjang, Buaya Muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di dunia. Aktif sepanjang siang dan malam, memangsa ikan, amfibi, reptilian, burung, dan mamalia. Serangan buaya terhadap manusia juga dilaporkan dari Kalimantan, Sumatera, India Timur, Andaman dan Myanmar dan Australia.
Sumber foto : dinoanimals.com

Nama : Cumi-cumi kolossal (Colossal Squid)
Nama ilmiah : Mesonychoteuthis hamiltoni
Panjang/Berat : Panjang 53 meter 
Status Konservasi : Risiko Rendah
Keterangan : - Cumi-cumi raksasa yang memiliki nama latin Mesonycholeuthis hamiltoni, berukuran panjang 53 meter yang pernah difoto dalam keadaan hidup di lingkungan aslinya pada tahun 2004, di pantai pulau Maladewa, di sisi kapal penangkap ikan bernama Admiralty. JD Starkey yang memotretnya, menggambarkan bahwa cumi-cumi tersebut lebih panjang dari perahu yang ditumpanginya dan belum termasuk tentakel, yang biasanya separuh dari panjang badannya. Cumi-cumi kolossal lain berukuran lebih pendek, 16 meter, ini baru ditangkap di Laut Ross. Hewan invertebrate yang biasa hidup  di kedalaman 6500 kaki di dasar laut, faktanya memiliki mata sebesar piring makan. Cumi-cumi colossal juga terkenal sebagai ikan raksasa yang agresif. 
Sumber foto : bt.dk

Nama : Gajah Afrika (African Elephant)
Nama ilmiah : Loxodonta Africana
Panjang/Berat : Panjang 10,6 meter, Berat 6,35 ton
Status Konservasi : Bertambah
Keterangan : - Gajah afrika adalah spesies hewan dari genus Loxodonta. Penampilan fisik gajah Afrika yang khas dan berbeda dari hewan-hewan darat lainnya bukanlah tanpa alasan. Daun telinga gajah yang lebar misalnya, bisa difungsikan sebagai kipas untuk membantu mendinginkan suhu tubuhnya. Belalai gajah merupakan modifikasi dari hidung dan tidak bertulang memiliki fungsi serupa fungsi tangan pada manusia. Gading gajah yang berbentuk panjang merupakan modifikasi gigi serinya, sangat berguna untuk membantu merobohkan pohon sehingga gajah bisa meraih makanan di puncak pohon yang tidak terjangkau oleh belalainya. Gajah Afrika adalah hewan herbivora yang bisa memakan hampir segala macam bagian tumbuhan, mulai dari buah, daun, batang, hingga akar. Karena ukurannya yang besar, gajah Afrika pun memerlukan makanan dalam jumlah besar. Setiap harinya, seekor gajah Afrika memerlukan 300 kg makanan dan air sebanyak 200 liter. Gajah Afrika memiliki pola hidup berkelompok di mana jumlah anggotanya bisa berkisar antara 200 - 1.000 ekor. Pola hidupnya nomaden atau berpindah-pindah.
Sumber foto : biolib.cz

Nama : Hiu Paus (Whale Shark)
Nama ilmiah : Rhincodon typus
Panjang/Berat : Panjang 13,6 meter, Berat 22 ton
Status Konservasi : Rentan 
Keterangan : - Hiu paus atau Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Nama Hiu paus dipakai karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Ada pula yang menyebutnya hiu tutul, merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit. Hiu ini mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun. Spesies ini dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu. Spesimen hiu paus terbesar berukuran panjang 13,6 meter berat 22 ton, tertangkap di Karachi, India pada 11 November 1947. Pemakan plankton yang memperoleh mangsanya dengan menyaring air laut, hiu paus memiliki mulut yang berukuran selebar 15 meter dengan 350 deret gigi kecil-kecil. Hiu Paus memiliki 5 pasang insang berukuran besar, 2 mata kecil terletak di ujung depan kepalanya yang datar dan lebar. Dan warna tubuhnya umumnya keabu-abuan dengan perut putih, serta lukisan bintik-bintik dan garis kuning keputih-putihan yang membentuk pola kotak-kotak. Kulitnya setebal 10 sentimeter. 
Sumber foto : dinoanimals.com

Nama : Paus Biru (Blue Whale)
Nama ilmiah : Balaenoptera musculus
Panjang/Berat : Panjang 30 meter, berat 140 ton
Status Konservasi : Bertambah
Keterangan : - Paus biru (Balaenoptera musculus) adalah mamalia laut yang termasuk dalam subordo paus baleen, merupakan hewan terbesar yang pernah ada. Lidah Paus Biru kira-kira seukuran Gajah Asia rata-rata dan beratnya sekitar 600 kg  dan merupakan hewan terbesar yang diketahui.  Makanan Paus Biru diperkirakan  makhluk kecil seperti udang yang disebut Krill. Selama musim makan di musim panas, ngarai Paus Biru ini menjulang dengan sendirinya dan bisa  menghasilkan 3,6 ton ikan kecil setiap hari. Artinya, setiap hari Paus Biru memakan 40 juta krill. Menurut penelitian ilmiah, kebutuhan kalori harian dari Paus Biru  dewasa ini sekitar 1,5 juta kril. Paus yang panjang dan ramping ini memiliki bagian belakang (dorsal) yang berwarna abu-abu kebiruan dan bagian depan (ventral) yang lebih terang.  Paus Biru ini bisa ditemukan di Atlantik Utara dan Pasifik Utara, Samudera Selatan, Pacifik Selatan dan Samudera Hindia.
Sumber foto : wnature.net

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Deni RIaddy