MOMSMONEY.ID - Ada beberapa kucing ras asli Indonesia yang jarang diketahui banyak orang. Salah satunya kucing busok di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kucing ras asli Indonesia tak kalah lucu seperti Anggora, Persia, Sphynx, dan Scottish Fold. Namun sayangnya, tak banyak orang mengetahui mengenai kucing ras asli Indonesia. Selain itu, kucing ras asli Indonesia kebanyakan merupakan jenis kucing liar yang dilindungi.
Kucing Busok konon merupakan peliharaan keluarga ningrat Madura di masa lampau. Ia memiliki tubuh gagah dengan ukuran yang lebih besar dari kucing kampung. Masyarakat Pulau Raas juga melarang warga pendatang membawa kucing busok keluar pulau. Jika tetap dilakukan, kucing harus dikebiri atau disteril. Hal ini bertujuan untuk menjaga kemurnian kucing busok sehingga pantang untuk mengawinkannya dengan kucing ras lain. Baca Juga: Ini Makanan Manusia yang Boleh Dimakan Kucing, Apa Saja? 2. Kucing Congkok
Kucing Congkok dapat ditemukan di kawasan Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Tampilan kucing congkok hampir sama seperti macan. Bulunya bertekstur halus dan pendek dengan ekor panjang seukuran setengah tubuhnya. Kucing Congkok juga terdaftar sebagai spesies risiko rendah oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak tahun 2002. Kerusakan habitat serta perburuan liar menjadi faktor menurunnya angka kucing liar tersebut hingga berisiko terancam punah. 3. Kucing Bakau Di Indonesia, kucing bakau hanya tersebar di area Pulau Jawa dengan status dilindungi dan terancam punah. Sesuai namanya, kucing Bakau biasanya berkeliaran di lahan basah, seperti daerah aliran sungai, rawa, hutan bakau dan tepi pantai. Baca Juga: Cara Membersihkan Telinga Kucing yang Benar, Enggak Boleh Sembarangan 4. Kucing Batu
Kucing Batu umumnya dijumpai di Pulau Kalimantan dan Sumatra, khususnya di hutan hujan tropis dengan ketinggian 3000 mdpl. Kucing batu memiliki bulu berwarna kuning kecokelatan hingga abu-abu. Kucing ini juga memiliki telinga pendek bulat, bulu tebal dan lembut, ekor panjang, garis hitam di kepala, leher dan punggung, serta totol-totol di bagian ekor, kaki, perut dan panggul. 5. Kucing Kepala Datar