Dalam sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi. Mungkin saja ada peristiwa lama yang muncul dengan tokoh baru, bisa juga peristiwa baru dengan tokoh lama. Selama sepekan (3—7 Juli 2017) telah terjadi berbagai kemungkinan. Inilah lima newsmakers yang membuat kita tidak bisa berpaling dari mereka selama sepekan. Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Wacana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta menuai kritik dari Fadli Zon. Dia menganggap pemerintah terburu-buru. Fadli mengingatkan bahwa pemindahan ibu kota adalah suatu hal yang besar dan tidak bisa dilakukan secara serampangan. "Itu ( pemindahan ibu kota) butuh kajian yang mendalam. Tidak bisa saat tiba akal. Ini momentum yang belum tepat," kata Fadli Zon, Selasa (4/7). Pasalnya, saat ini negara tidak memiliki uang yang cukup untuk melakukan pekerjaan besar seperti memindahkan ibu kota. Di sisi lain, Fadli menilai banyak pekerjaan kecil pemerintah yang belum tuntas. Misalnya, menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Jadi saya kira itu ( pemindahan ibu kota) masih mimpilah. Lebih baik fokus kepada persoalan jangka pendek," ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj enggan berkomentar banyak terkait manuver yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia berharap Pansus Hak Angket KPK bisa bekerja secara proporsional dalam melakukan investigasi. Said menyatakan bahwa PBNU selalu mendukung keberadaan KPK dan upaya pemberantasan korupsi. "Kami dukung adanya KPK yang ingin memberantas korupsi yang sebelumnya ranah kejaksaan dan kepolisian yang mungkin dinilai kurang efektif, maka pemerintah membentuk KPK," ucapnya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).
Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI Perihal kunjungan Pansus Hak Angket KPK ke Lapas Sukamiskin, Bandung, menurut JK, itu sah saja. "Itu kan tidak ada yang salah. Silakan saja," ujar Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (7/7). JK malah meminta KPK tidak perlu khawatir dengan kunjungan Pansus Hak Angket yang ingin mengetahui langsung prosedur penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan yang dilakukan KPK dari terpidana korupsi itu. "Jangan kalau KPK seperti khawatir, endak apa-apa," ucap Jusuf Kalla.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News