5 Saham Tebar Dividen Akhir Oktober 2026, Mana yang Paling Menarik?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor yang mengincar pendapatan dividen menjelang akhir Oktober hingga awal November 2026 dapat mencermati sejumlah saham dengan jadwal pembagian dividen dalam periode tersebut.

Lima emiten yang masuk radar antara lain PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO), PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, masing-masing saham memiliki daya tarik tersendiri bagi investor pemburu dividen. DMAS dinilai paling menarik karena menawarkan estimasi dividend yield yang atraktif, ditopang kondisi keuangan yang sehat serta pemulihan marketing sales kawasan industri, terutama untuk kebutuhan pusat data atau data center.


Sementara itu, TSPC dan SIDO dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan saham defensif. Kedua emiten tersebut memiliki konsistensi profitabilitas dan rasio pembagian dividen atau payout ratio yang tinggi.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways, Cermati Saham AADI, BBNI, dan TLKM pada Selasa (27/10)

Adapun AXIO dan SCMA cenderung menawarkan peluang investasi yang lebih taktis, seiring prospek belanja perangkat teknologi informasi dan momentum industri media.

“Dari kelima emiten yang membagikan dividen menjelang akhir Oktober hingga awal November 2026, DMAS menjadi pilihan paling menarik bagi pemburu dividen karena menawarkan estimasi dividend yield paling atraktif didukung fondasi keuangan yang sangat sehat tanpa beban utang signifikan serta tren pemulihan marketing sales kawasan industri untuk data center,” ujar Nafan kepada Kontan, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan jadwal yang tersedia, SCMA menawarkan dividen sebesar Rp 8,4 per saham dengan cum dividen pada 27 Oktober 2026. Selanjutnya, DMAS akan membagikan dividen Rp 29 per saham dan AXIO sebesar Rp 8 per saham, dengan cum dividen pada 28 Oktober 2026.

TSPC menawarkan dividen Rp 75 per saham dengan cum dividen pada 30 Oktober 2026. Sementara itu, SIDO membagikan dividen Rp 10 per saham dengan cum dividen pada 2 November 2026.

Meski menawarkan potensi pendapatan tambahan, investor tetap perlu mewaspadai risiko penurunan harga saham setelah memasuki tanggal ex-dividen. Pasalnya, koreksi harga saham dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh dari pembayaran dividen.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Nafan menyarankan investor menerapkan strategi buy on weakness atau membeli saham saat harga melemah, jauh sebelum tanggal cum dividen. Investor juga perlu menghindari keputusan pembelian secara impulsif ketika harga saham telah meningkat tajam.

“Pemantauan pergerakan teknikal juga sangat krusial; jika capital gain yang terbentuk menjelang cum date sudah melebihi besaran yield dividen yang akan diterima, merealisasikan keuntungan sebagian dapat menjadi langkah yang lebih bijak,” jelas Nafan.

Baca Juga: Valuasi Pasar Saham Sudah Murah, Saham Ini Punya PE di Bawah 4 Kali, Menarikkah?

Bagi investor dengan orientasi jangka panjang, koreksi harga pada hari ex-dividen justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengakumulasi saham emiten yang memiliki fundamental kuat.

Selain jadwal dan besaran dividen, investor perlu membandingkan dividend yield dengan tingkat volatilitas saham. Langkah ini penting untuk memastikan potensi keuntungan dari dividen tidak tergerus oleh penurunan harga saham.

Konsistensi pembagian dividen yang bersumber dari laba bersih operasional berulang juga perlu diperhatikan. Di samping itu, likuiditas perdagangan menjadi faktor penting agar investor dapat melakukan transaksi dengan lebih leluasa.

Nafan menambahkan, investor sebaiknya turut mencermati arah arus modal asing dan perkembangan sentimen makroekonomi domestik menjelang pergantian bulan sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News