50 Tahun Yayasan Toyota Astra: Dari Beasiswa ke Pendidikan Karakter



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Yayasan Toyota dan Astra (YTA) menegaskan arah baru pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan menempatkan pendidikan karakter dan budaya industri sebagai fokus utama.

Penegasan ini sejalan dengan peringatan 50 tahun berdirinya YTA yang ditandai melalui peluncuran sekaligus bedah buku Tak Lekang Dimakan Waktu bersama Penerbit Buku Kompas di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Buku tersebut merekam perjalanan YTA sejak didirikan pada 9 Oktober 1974 oleh PT Toyota Astra Motor dan PT Astra International Tbk. Pada awalnya, YTA berfokus pada pemberian beasiswa serta bantuan alat peraga pendidikan.


Baca Juga: Transaksi Digital Dorong Transaksi BukuWarung Lebih dari 60 Juta

Seiring waktu, pendekatan itu bertransformasi menjadi penguatan karakter dan kesiapan kerja generasi muda.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menilai, pembentukan karakter menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi sekaligus menyiapkan Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan karakter penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, beretika, berintegritas, dan bertanggung jawab di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Nandi.

Senada, Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan, YTA ingin berperan sebagai agen perubahan, khususnya dalam merevolusi metode pengajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) agar semakin relevan dengan kebutuhan industri.

“YTA menargetkan character building untuk membentuk SDM yang tangguh. Untuk menuju ke sana memang masih banyak hal yang perlu dilakukan, dan YTA bertekad terus melanjutkan upaya agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai dengan kemampuannya,” kata Henry.

Dalam implementasinya, YTA mengintegrasikan nilai-nilai budaya industri Toyota ke dalam program pendampingan pendidikan.

Baca Juga: Antam (ANTM) Buka Suara Soal Potensi Ambil Alih Tambang Agincourt

Salah satunya melalui penerapan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang menekankan disiplin lingkungan kerja, efisiensi, serta keselamatan sebagai fondasi pembentukan mental kerja siswa.

Toyota Indonesia mencatat, penerapan 5R terbukti meningkatkan efisiensi operasional, menurunkan risiko kecelakaan kerja, serta menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang lebih tertib dan produktif.

Selain 5R, YTA juga memperkenalkan nilai Kaizen (perbaikan berkelanjutan) dan Heijunka (penyeimbangan beban kerja) sebagai bagian dari budaya industri yang ditanamkan sejak bangku sekolah.

Sejak berdiri, YTA telah menyalurkan kontribusi di sektor pendidikan melalui program beasiswa, bantuan alat peraga, penyediaan buku teknik otomotif, hingga penguatan kurikulum SMK.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus YTA bergeser dari bantuan material menuju pembentukan karakter dan kesiapan mental lulusan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia industri.

Baca Juga: Kemenhub Tengah Garap Jalur Double Track Kereta Api Medan-Binjai Sumatra

Selain itu, YTA juga mendukung peningkatan kualitas SMK melalui pembaruan kurikulum dan penyediaan alat praktikum agar lulusan lebih siap kerja. Hingga kini, YTA telah menjangkau jutaan pelajar dan tenaga pendidik di berbagai wilayah Indonesia.

Henry menegaskan, filosofi Toyota Monozukuri wa Hitozukuri membangun manusia sebelum membuat produk menjadi dasar pendekatan YTA.

“Artinya, bukan sekadar mempekerjakan manusia, tetapi juga mempersiapkan mereka,” ujarnya.

Dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, YTA memandang perannya tidak lagi sebatas penyalur bantuan pendidikan, melainkan sebagai katalis peningkatan kualitas SDM nasional.

Ke depan, YTA akan memperluas program pendidikan karakter dan budaya industri agar semakin banyak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, disiplin, dan integritas yang dibutuhkan dunia usaha.

Selanjutnya: 4 Manfaat Skincare Non-Comedogenic, Pilihan untuk Kulit Berminyak

Menarik Dibaca: 4 Manfaat Skincare Non-Comedogenic, Pilihan untuk Kulit Berminyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News