6 Efek Bertengkar di Depan Anak yang Wajib Orang Tua Tahu, Bikin Anak Jadi Agresif



MOMSMONEY.ID - Inilah 6 efek bertengkar di depan anak yang wajib orang tua tahu. Catat, ya.

Pertengkaran memang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan pernikahan. Namun, semarah apapun Anda kepada pasangan, pastikan untuk tidak membiarkan anak tahu bahwa Anda dan pasangan sedang berkonflik.

Jika Anda atau pasangan tidak mampu menahan amarah di hadapan anak, itu bisa berpengaruh buruk pada perkembangan anak ke depannya.


Melansir Verywell Family dan Firstcry Parenting, ada beberapa efek bertengkar di depan anak. Selengkapnya, berikut 6 di antaranya yang wajib Anda tahu:

Baca Juga: Jangan Malas Keramas! Ini 7 Akibat Jarang Keramas yang Harus Anda Tahu

1. Mendorong agresi dalam pemecahan masalah

Efek bertengkar di depan anak yang pertama yaitu mendorong agresi dalam pemecahan masalah.

Efek pertengkaran orang tua di depan anak bisa menjadi bencana. Ketika anak-anak khususnya yang masih sangat kecil menyaksikan perkelahian di antara orang tuanya, itu dapat memperburuk kemampuan anak dalam memecahkan masalah.

Pada akhirnya, anak akan percaya bahwa pertengkaran merupakan cara yang benar untuk menyelesaikan masalah.

2. Menciptakan rasa tidak aman

Efek bertengkar di depan anak yang kedua yaitu menciptakan rasa tidak aman. Perkelahian orang tua bisa merusak rasa aman anak-anak tentang stabilitas keluarga.

Anak yang sering terpapar pertengkaran mungkin akan sangat khawatir tentang perceraian atau bertanya-tanya kapan pertengkaran di antara orang tuanya akan berakhir.

Tentu, hal tersebut dapat menyulitkan anak untuk memiliki rasa normal dan aman dalam keluarga.

3. Menciptakan tekanan emosional

Efek bertengkar di depan anak yang ketiga yaitu menciptakan tekanan emosional. Pertengkaran orang tua khususnya secara fisik dapat menyebabkan tekanan emosional yang luar biasa bagi anak.

Ketika anak menyaksikan pertengkaran di antara orang tuanya secara rutin, itu bisa memicu masalah kecemasan dini dan masalah kesehatan mental lainnya pada anak.

Adapun anak-anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga pada tahap awal kehidupannya cenderung memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi orang dewasa yang insecure dengan masalah harga diri yang buruk.

Baca Juga: Ada Kopi, Inilah 5 Minuman Penyebab Kulit Jerawatan yang Sebaiknya Dikurangi

4. Menurunkan kinerja kognitif

Efek bertengkar di depan anak yang keempat yaitu menurunkan kinerja kognitif. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan di Child Development menemukan, stres yang berkaitan dengan rumah berkonflik tinggi dapat mengganggu kinerja kognitif anak.

Para peneliti menemukan bahwa ketika orang tua sering bertengkar, anak-anak cenderung lebih sulit mengatur perhatian dan emosi mereka.

Sementara itu, penelitian lain menemukan bahwa hidup dalam keluarga dengan konflik tinggi meningkatkan kemungkinan putus sekolah dan mendapatkan nilai yang buruk.

5. Meningkatkan kemungkinan gagal dalam hubungan

Efek bertengkar di depan anak yang kelima yaitu meningkatkan kemungkinan gagal dalam hubungan.

Anak adalah sosok peniru nomor satu termasuk meniru apa yang mereka lihat dari perilaku orang tuanya. Jika Anda dan pasangan terus-menerus bertengkar di hadapan anak, kemungkinan besar anak Anda akan tumbuh dengan mempelajari hal yang sama.

Akibatnya, hubungan anak dengan pasangannya kelak mungkin akan terganggu. Bahkan, anak bisa saja merasa perlu menghindari hubungan hanya karena takut terluka.

6. Menyebabkan masalah kesehatan

Efek bertengkar di depan anak yang keenam yaitu menyebabkan masalah kesehatan. Melihat orang tua bertengkar secara teratur dapat membuat anak merasa cemas, tertekan, dan tidak berdaya. Akibatnya, anak mungkin akan menjadi malas makan atau makan berlebihan.

Mereka juga bisa menderita sakit kepala atau sakit perut dan bahkan mengalami kesulitan tidur di malam hari.

Dalam kasus ekstrem, pertengkaran orang tua dapat menimbulkan masalah perilaku seperti fobia pada anak-anak.

Demikian 6 efek bertengkar di depan anak. Daripada harus mengorbankan anak demi ego masing-masing, berusahalah sekeras mungkin untuk tetap bersikap tenang dan berkepala dingin saat menghadapi masalah dengan pasangan, ya, Moms.

Jika perlu, hubungilah konsultan pernikahan untuk mendapatkan solusi yang tepat tanpa menimbulkan kekacauan di dalam rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ana Risma