KONTAN.CO.ID - Tahukah bahwa ada beberapa kesalahan dalam pola makan yang tidak baik untuk kesehatan usus? Yuk, simak pembahasannya di sini! Kesehatan usus tidak hanya memengaruhi proses pencernaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, mengatur metabolisme, hingga mendukung kesehatan mental. Di dalam usus hidup triliunan mikroorganisme yang dikenal sebagai mikrobiota usus. Keseimbangan mikrobiota ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi setiap hari. Sayangnya, tanpa disadari masih banyak kebiasaan makan yang justru mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Dalam jangka panjang, pola makan yang kurang sehat dapat memicu berbagai keluhan, seperti perut kembung, sembelit, diare, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis. Karena itu, memperbaiki pola makan menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan usus.
Kesalahan dalam Pola Makan yang Tidak Baik untuk Kesehatan Usus
Melansir dari Verywell Health, berikut ini beberapa kesalahan dalam pola makan yang tidak baik untuk kesehatan usus: 1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Ultra Proses Usus membutuhkan makanan utuh yang kaya nutrisi agar bakteri baik dapat tumbuh dengan optimal. Sebaliknya, terlalu sering mengonsumsi makanan ultra proses, seperti mi instan, makanan cepat saji, camilan kemasan, dan makanan siap saji, dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus. Makanan jenis ini juga dapat memicu peradangan pada saluran pencernaan jika dikonsumsi terus-menerus. Sesekali mengonsumsinya memang tidak masalah, tetapi jika menjadi menu harian, kesehatan usus bisa terganggu. 2. Terlalu Sering Mengonsumsi Menu yang Sama Mengonsumsi makanan yang sama setiap hari memang praktis, tetapi kebiasaan ini membuat tubuh mendapatkan jenis nutrisi yang terbatas. Berbagai jenis bakteri baik di usus membutuhkan makanan yang berbeda untuk tetap hidup dan berkembang. Karena itu, semakin beragam makanan sehat yang Anda konsumsi, seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan, semakin beragam pula mikrobiota usus yang dimiliki. Cobalah sesekali membeli sayuran atau buah yang berbeda agar asupan nutrisi menjadi lebih bervariasi. 3. Terlalu Sering Menggunakan Pemanis Buatan Pemanis buatan, seperti aspartam dan sukralosa, banyak ditemukan pada makanan dan minuman rendah gula, permen bebas gula, maupun produk diet. Pada sebagian orang, konsumsi pemanis buatan dapat mengganggu saluran pencernaan dan menyebabkan perut kembung, gas, kram, atau diare. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsinya dan pilih makanan yang menggunakan pemanis alami dalam jumlah yang wajar. Baca Juga: 5 Makanan yang Tidak Baik untuk Usus jika Dikonsumsi Berlebihan 4. Kurang Mengonsumsi Makanan Kaya Prebiotik Prebiotik adalah jenis serat yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Jika kebutuhan prebiotik tidak terpenuhi, pertumbuhan bakteri baik juga dapat terganggu. Beberapa makanan yang kaya prebiotik antara lain:- Asparagus
- Bawang bombai
- Daun bawang
- Bawang putih
- Pisang
- Buah beri
- Gandum utuh
- Kacang-kacangan
- Lentil