6 Tanya-Jawab Soal Virus Nipah dari Kemenkes, Cek Gejala Fatalnya



KONTAN.CO.ID - Setelah dilaporkan merebak di sejumlah wilayah Asia Selatan, seperti India dan Bangladesh, kasus infeksi virus Nipah kembali menjadi perhatian.

Banyak pertanyaan terkait virus ini di masyarakat. Berikut adalah pertanyaan yang paling sering diajukan terkait virus Nipah, seperti yang dilansir Kontan dari laman Kemkes.go.id:

Apa itu Penyakit Virus Nipah?


Penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.

Apakah penyakit virus Nipah merupakan penyakit baru?

Tidak, penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian (CFR: 38,41%).

Baca Juga: Kejutan Lebaran 2026: Tiket Pesawat Ekonomi PPN Ditanggung 100%

Bagaimana kondisi persebaran penyakit virus Nipah di dunia?

Penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999. Sejak dilaporkan pertama kali hingga saat ini kasus penyakit virus nipah telah dilaporkan dari Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Pada tahun 2001-2025 dilaporkan secara sporadis di Bangladesh dan India. Sebagian besar kasus dan kematian dilaporkan di Bangladesh, yakni sebanyak 341 kasus konfirmasi dengan 243 kematian (CFR: 71%).

Sementara di India, sejak tahun 2001 hingga 2026 telah dilaporkan sebanyak 106 kasus konfirmasi dengan 74 kematian (CFR: 69,8%) di dua negara bagian (West Bengal dan Kerala). Kasus terakhir dilaporkan pada tanggal 14 Januari 2026 sebanyak 2 kasus konfirmasi penyakit virus Nipah dan 3 kasus suspek di West Bengal. Seluruh kasus merupakan tenaga kesehatan. Ini merupakan kasus penyakit virus Nipah pertama di West Bengal setelah terakhir dilaporkan tahun 2007.

Bagaimana situasi penyakit virus Nipah di Indonesia?

Hingga saat ini, belum dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Akan tetapi, beberapa penelitian atau publikasi telah menemukan adanya temuan virus Nipah pada kelelawar buah (genus Pteropus) pada beberapa negara termasuk Indonesia.

Apa saja gejala ketika terinfeksi virus Nipah?

Seseorang yang terinfeksi virus Nipah akan mengalami gejala yang bervariasi dari tanpa gejala (asimptomatis), infeksi saluran napas akut (ISPA) ringan atau berat hingga ensefalitis fatal. Seseorang yang terinfeksi awalnya akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan nyeri tenggorokan. Gejala ini dapat diikuti dengan pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran dan tanda-tanda neurologis lain yang menunjukkan ensefalitis akut. Beberapa orang pun dapat mengalami pneumonia atipikal dan gangguan saluran pernapasan berat. Pada kasus yang berat, ensefalitis dan kejang akan muncul dan dapat berlanjut menjadi koma dalam 24-48 jam hingga kematian. 

Tonton: Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Lebih Awal, Indonesia Kapan?

Berapa lama waktu seseorang dapat timbul gejala setelah terpapar virus Nipah?

Waktu timbul gejala umumnya 4-14 hari setelah terpapar virus Nipah. Akan tetapi, pernah dilaporkan kasus dengan masa inkubasi hingga 45 hari.

Seberapa besar tingkat kematian kasus penyakit virus Nipah?

Rata-rata angka kematian (case fatality rate) diperkirakan berkisar 40% hingga 75%. Rerata tersebut dapat berbeda tergantung pada kemampuan wilayah setempat dalam melakukan penyelidikan epidemiologi, surveilans, dan manajemen klinis kasus.

Selanjutnya: Erosi Kelas Menengah, Ancaman Middle Income Trap

Menarik Dibaca: Ucapan HPN 2026 Siap Bangkitkan Semangat Jurnalisme, Selamat Hari Pers Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: