KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik (TTE), PT Privy Identitas Digital (Privy) mencatatkan tambahan 60.000 perusahaan dan institusi baru yang mulai menggunakan layanan Privy sepanjang semester I-2026. Chief Business Officer (CBO) Privy Brata Rafly mengatakan, Privy mencermati gelombang penipuan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Di mana, laporan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 608.000 kasus penipuan digital hingga Juni 2026, dengan total kerugian mencapai Rp 9,3 triliun. Menurut dia, angka tersebut menegaskan percepatan digitalisasi tanpa diiringi penguatan mekanisme kepercayaan digital berisiko membuka celah penyalahgunaan identitas, pemalsuan dokumen, hingga transaksi ilegal.
60.000 Perusahaan dan Institusi Baru Gunakan Layanan Privy Sepanjang Semester I-2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik (TTE), PT Privy Identitas Digital (Privy) mencatatkan tambahan 60.000 perusahaan dan institusi baru yang mulai menggunakan layanan Privy sepanjang semester I-2026. Chief Business Officer (CBO) Privy Brata Rafly mengatakan, Privy mencermati gelombang penipuan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Di mana, laporan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 608.000 kasus penipuan digital hingga Juni 2026, dengan total kerugian mencapai Rp 9,3 triliun. Menurut dia, angka tersebut menegaskan percepatan digitalisasi tanpa diiringi penguatan mekanisme kepercayaan digital berisiko membuka celah penyalahgunaan identitas, pemalsuan dokumen, hingga transaksi ilegal.
TAG: