62% Ekonom Prioritaskan Kredibilitas Kebijakan untuk Jaga Peringkat Utang RI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah ekonom menilai disiplin fiskal dan kredibilitas kebijakan menjadi aspek penting untuk menjaga peringkat kredit Indonesia. 

Hal ini terungkap dalam Survei Ahli Ekonomi Semester II-2026 yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Dalam survei terhadap 63 ahli ekonomi yang dilaksanakan pada 21 September hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 29 responden atau 46% memilih menjaga kredibilitas defisit fiskal sebagai salah satu prioritas untuk mempertahankan peringkat kredit negara (sovereign credit rating) Indonesia.


Baca Juga: Fitch Ratings Prediksi Ekonomi Indonesia Melambat pada Semester II-2026

Meski demikian, perhatian terbesar responden tertuju pada penguatan kredibilitas institusi dan kebijakan. Aspek ini dipilih oleh 39 responden atau 62%, menjadikannya prioritas yang paling banyak disebut dalam survei.

Selanjutnya, sebanyak 25 responden atau 40% menilai peningkatan efisiensi dan kualitas belanja pemerintah perlu menjadi perhatian. 

Sementara itu, 24 responden atau 38% memilih penataan ulang program-program prioritas pemerintah.

Upaya menjaga kepercayaan investor dan kepastian arah kebijakan juga masuk dalam daftar prioritas. Sebanyak 21 responden atau 33% memilih aspek tersebut sebagai langkah untuk menjaga peringkat kredit Indonesia.

Adapun 18 responden atau 29% menyoroti pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Sementara itu, penguatan mobilisasi penerimaan dalam negeri dan basis perpajakan dipilih oleh sembilan responden atau 14%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News