KONTAN.CO.ID - Renovasi rumah sering dilakukan untuk memperbaiki kondisi bangunan atau menyesuaikan kebutuhan penghuni. Mulai dari perbaikan ringan hingga perubahan besar, semuanya membutuhkan perencanaan yang tidak sederhana. Salah satu hal yang kerap menjadi perhatian adalah soal biaya. Menurut Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), biaya renovasi rumah dapat mencapai sekitar 30 hingga 50 persen dari nilai bangunan, tergantung pada tingkat perubahan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa renovasi bukan sekadar pengeluaran kecil, melainkan membutuhkan perencanaan dana yang matang sejak awal. Tanpa pengaturan yang jelas, dana renovasi bisa cepat habis sebelum pekerjaan selesai. Biaya yang dikeluarkan pun tidak hanya untuk material, tetapi juga mencakup upah tenaga kerja hingga kebutuhan tambahan yang sering muncul di tengah proses. Karena itu, alokasi dana perlu disusun sejak awal agar renovasi berjalan lebih terarah.
7 Cara Mengatur Budget Renovasi Rumah
1. Tentukan Bagian Yang Perlu Didahulukan Tidak semua bagian rumah harus direnovasi dalam waktu bersamaan. Menentukan prioritas menjadi langkah awal yang cukup menentukan. Perbaikan pada bagian penting seperti atap bocor, dinding retak, atau instalasi listrik sebaiknya didahulukan agar kondisi rumah tetap aman dan layak dihuni. 2. Susun Perkiraan Biaya Secara Sederhana Perkiraan biaya tidak harus rumit, tetapi perlu cukup jelas untuk memberi gambaran kebutuhan dana. Mencatat kebutuhan utama seperti bahan bangunan, upah tukang, dan biaya lain yang mungkin muncul bisa membantu menghindari pengeluaran yang tidak terarah. 3. Pisahkan Dana Untuk Material Dan Tenaga Kerja Biaya renovasi umumnya terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu material dan tenaga kerja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa material bangunan dapat menyerap sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya konstruksi. Dengan memisahkan anggaran sejak awal, penggunaan dana menjadi lebih mudah dikontrol. 4. Sediakan Dana Cadangan Sejak Awal Dalam praktiknya, renovasi jarang berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Biaya renovasi bisa meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dari rencana awal akibat perubahan kebutuhan atau kondisi bangunan. Menyediakan dana cadangan sejak awal menjadi langkah penting untuk mengantisipasi hal tersebut. 5. Cermat Dalam Memilih Material Pemilihan material tidak selalu harus yang paling mahal. Yang lebih penting adalah kesesuaian dengan kebutuhan dan daya tahan. Harga bahan bangunan dapat mengalami kenaikan secara berkala, bahkan bisa mencapai dua digit dalam periode tertentu. Kondisi ini perlu diperhatikan agar pengeluaran tetap terkendali.
6. Pantau Pengeluaran Selama Proses Berjalan
Pengeluaran selama renovasi sebaiknya tidak dibiarkan berjalan begitu saja. Pengecekan secara berkala membantu memastikan dana digunakan sesuai rencana. Jika ada perubahan biaya, penyesuaian bisa segera dilakukan sebelum pengeluaran menjadi terlalu besar. 7. Pertimbangkan Tambahan Dana Dengan Perhitungan Matang Dalam beberapa kondisi, dana yang tersedia bisa saja tidak mencukupi hingga proses selesai. Jika hal ini terjadi, mencari
pinjaman uang tunai dapat menjadi pilihan, selama tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Memilih layanan yang jelas dan terdaftar menjadi hal yang perlu diperhatikan agar tetap tenang.
Salah satu layanan yang dapat dipertimbangkan adalah Adapundi. Platform ini menawarkan
pinjaman online langsung cair KTP tanpa jaminan, dengan limit tinggi hingga Rp100 juta, sehingga cocok jadi opsi pinjaman renovasi yang mana membutuhkan dana besar. Selain proses tanpa ribet dan limit tinggi, Anda juga bisa mendapatkan tenor hingga 365 hari, cukup panjang untuk bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial sehingga pinjaman pun bukan menjadi beban ketika renovasi telah selesai. Pengelolaan dana yang rapi akan membantu proses renovasi berjalan lebih lancar. Dengan perencanaan yang cukup sejak awal, pekerjaan dapat diselesaikan tanpa tekanan biaya yang berlebihan. Jika diperlukan, akses pendanaan yang jelas dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga proses renovasi tetap berjalan sesuai rencana. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News