7 Khasiat dan Manfaat Jahe Ini Ubah Kesehatan Anda, Dari Otak Hingga Jantung!



KONTAN.CO.ID - Jahe merupakan salah satu rempah alami yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai obat tradisional. Kini, berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa manfaat jahe tidak hanya sebatas menghangatkan tubuh, tetapi juga membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Jahe juga telah lama digunakan sebagai obat alami di berbagai negara, mulai dari Asia hingga Eropa.


Menurut penelitian dari National Center for Complementary and Integrative Health di bawah National Institutes of Health, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa ini membantu tubuh melawan radikal bebas serta menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan, Rempah Alami Banyak Khasiat

Lantas apa saja manfaat jahe untuk kesehatan tubuh yang penting diketahui?

Mengatasi Mual dan Gangguan Pencernaan

Salah satu manfaat jahe yang paling dikenal adalah membantu mengatasi mual dan gangguan pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa jahe efektif mengurangi mual akibat kehamilan, perjalanan jauh, hingga efek samping kemoterapi. Jahe bekerja dengan mempercepat pengosongan lambung sehingga mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, jahe juga membantu meredakan kembung, masuk angin, dan gangguan pencernaan lainnya yang sering dialami banyak orang.

Baca Juga: Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga: Kunci Performa Puncak Tanpa Cedera

Manfaat Jahe sebagai Antiinflamasi Alami

Manfaat jahe berikutnya adalah sebagai antiinflamasi alami yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Menurut penelitian yang dirangkum oleh Healthline Media berdasarkan jurnal dari National Library of Medicine, gingerol dalam jahe memiliki efek antiinflamasi kuat. Senyawa ini membantu mengurangi nyeri otot, nyeri sendi, serta peradangan kronis yang berkaitan dengan penyakit jantung dan diabetes.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Manfaat jahe juga sangat baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Menurut penelitian dari Johns Hopkins Medicine, jahe memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang membantu tubuh melawan infeksi. Kandungan antioksidan dalam jahe juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, terutama saat cuaca tidak menentu atau saat tubuh sedang rentan terserang penyakit.

Baca Juga: 8 Manfaat Daun Katuk: Kunci Utama Ibu Menyusui, ASI Deras Melimpah!

Menurunkan Gula Darah

Selain itu, manfaat jahe juga berhubungan dengan pengendalian kadar gula darah. Beberapa penelitian internasional menunjukkan bahwa konsumsi jahe secara rutin dapat membantu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini menjadikan jahe sebagai bahan alami yang berpotensi membantu penderita diabetes tipe 2 sekaligus menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Mengurangi Nyeri Haid

Bagi wanita, manfaat jahe juga dapat membantu meredakan nyeri menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa jahe memiliki efek yang hampir setara dengan obat pereda nyeri ringan. Jahe bekerja dengan mengurangi produksi zat pemicu peradangan yang menyebabkan kram menstruasi, sehingga rasa nyeri dapat berkurang secara alami tanpa efek samping berat.

Baca Juga: 8 Manfaat Daun Katuk: Kunci Utama Ibu Menyusui, ASI Deras Melimpah!

Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat jahe lainnya adalah membantu menjaga kesehatan jantung. Jahe dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, meningkatkan sirkulasi darah, dan menurunkan tekanan darah. Menurut penelitian yang dirangkum oleh Verywell Health, konsumsi jahe secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Manfaat Jahe untuk Kesehatan Otak

Tidak hanya itu, manfaat jahe juga berkaitan dengan kesehatan otak. Antioksidan dalam jahe membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang dapat memengaruhi fungsi otak. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jahe berpotensi membantu meningkatkan fungsi kognitif serta mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News