KONTAN.CO.ID - Kolesterol tinggi kerap tidak disadari karena dapat terjadi tanpa keluhan yang jelas. Pada wanita, kondisi ini perlu diwaspadai karena kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Lantas, apa saja ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita yang perlu diperhatikan? Menurut Kementerian Kesehatan (Kemkes), sejumlah keluhan seperti nyeri dada, kesemutan, hingga munculnya endapan lemak di kulit dapat berkaitan dengan masalah kesehatan yang berhubungan dengan kolesterol. Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu menandakan kolesterol tinggi dan perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita
Kolesterol tinggi tidak memiliki gejala khusus yang dapat dipastikan hanya melalui pengamatan fisik. Namun, beberapa tanda berikut perlu dikenali, terutama jika disertai faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, atau riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi.
Menyadur dari kemkes.go.id, di bawah ini beberapa ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita: 1. Kesemutan pada Tangan dan Kaki Kesemutan yang muncul berulang pada tangan, kaki, atau bagian tubuh tertentu dapat berkaitan dengan gangguan saraf maupun sirkulasi darah. Pada orang dengan kolesterol tinggi, penumpukan plak di pembuluh darah dapat menghambat aliran darah jika kondisi tersebut berkembang menjadi penyakit arteri. Meski begitu, kesemutan bukan gejala khas kolesterol tinggi. Keluhan ini juga dapat disebabkan oleh tekanan pada saraf, diabetes, atau gangguan kesehatan lainnya. 2. Nyeri pada Kaki Nyeri kaki dapat menjadi tanda gangguan aliran darah apabila terjadi penyempitan pembuluh arteri akibat penumpukan plak. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit arteri perifer dan dapat berkaitan dengan kolesterol tinggi. Keluhan biasanya berupa nyeri atau kram pada kaki ketika berjalan yang membaik setelah beristirahat. Jika kaki terasa nyeri terus-menerus, menjadi dingin, atau berubah warna, segera cari pertolongan medis. 3. Muncul Xanthelasma di Kelopak Mata Xanthelasma merupakan endapan lemak berwarna kekuningan yang muncul di bawah kulit, umumnya di sekitar kelopak mata. Bentuknya dapat berupa bercak atau benjolan pipih berwarna kuning muda. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi, tetapi juga bisa muncul pada orang dengan kadar kolesterol normal. Karena itu, kemunculan xanthelasma sebaiknya menjadi alasan untuk memeriksakan kadar lemak darah, bukan langsung dianggap sebagai bukti kolesterol tinggi. 4. Mengalami Perlemakan Hati Penumpukan lemak di hati atau perlemakan hati dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme, termasuk kadar lemak darah yang tidak sehat. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Sebagian orang mungkin merasakan ketidaknyamanan di perut bagian kanan atas atau mudah lelah. Namun, keluhan tersebut tidak cukup untuk memastikan adanya perlemakan hati. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui kondisi hati dan faktor penyebabnya. 5. Mengalami Gejala Stroke Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko stroke apabila penumpukan plak menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang memasok otak. Gejala stroke dapat berupa wajah menurun pada satu sisi, kelemahan atau mati rasa mendadak pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba. Stroke merupakan kondisi darurat medis. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan darurat tanpa menunggu keluhan mereda. 6. Sering Mengalami Kram Kaki Kram pada tumit, telapak kaki, atau bagian kaki lainnya dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kelelahan otot, dehidrasi, dan gangguan elektrolit. Dalam kondisi tertentu, nyeri atau kram ketika beraktivitas juga dapat berkaitan dengan gangguan aliran darah akibat penyempitan arteri. Meski begitu, kram pada malam hari bukan tanda spesifik kolesterol tinggi. Apabila keluhan sering berulang atau disertai nyeri saat berjalan, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya. 7. Dada Terasa Nyeri Nyeri dada merupakan gejala yang perlu diwaspadai karena dapat menandakan gangguan aliran darah menuju otot jantung. Kolesterol tinggi dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak di dinding arteri yang memasok darah ke jantung. Jika nyeri dada terasa seperti ditekan atau diremas, menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang, maupun disertai sesak napas, keringat dingin, dan mual, segera cari pertolongan darurat. Jangan menunggu gejala hilang dengan sendirinya. 8. Muncul Xanthoma di Kulit Xanthoma adalah kondisi ketika lemak menumpuk di bawah kulit dan membentuk benjolan kecil berwarna kekuningan. Benjolan ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk siku, lutut, tangan, dan area persendian lainnya. Xanthoma dapat berkaitan dengan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Namun, kondisi ini juga bisa berhubungan dengan penyakit lain, seperti diabetes, hipotiroidisme, gangguan aliran empedu, dan penyakit ginjal tertentu. Jika muncul benjolan yang menyerupai xanthoma, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menilai kadar lemak dalam darah.
Baca Juga: Baik untuk Jantung, Ini Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan Jantung dan Sumbernya! Bagaimana Cara Memastikan Kolesterol Tinggi?
Mengingat kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan profil lipid melalui tes darah menjadi cara yang tepat untuk mengetahui kadarnya. Pemeriksaan ini dapat mengukur kolesterol total, LDL atau kolesterol jahat, HDL atau kolesterol baik, serta trigliserida.
Anda sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi, atau faktor risiko penyakit jantung lainnya. Dokter akan membantu menentukan frekuensi pemeriksaan dan langkah penanganan sesuai kondisi kesehatan. Untuk membantu menjaga kadar kolesterol, terapkan pola makan seimbang, batasi lemak jenuh dan lemak trans, konsumsi sayuran serta makanan berserat, rutin beraktivitas fisik, dan hindari rokok. Jika kadar kolesterol sudah tinggi, ikuti saran dokter karena perubahan gaya hidup terkadang perlu disertai obat. Kolesterol tinggi tidak bisa dipastikan hanya dari ciri-ciri fisik karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Pemeriksaan darah tetap menjadi langkah utama untuk mengetahui kadar kolesterol dan menentukan penanganan yang sesuai. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News